Pages

Kamis, 20 Februari 2014

Membangun Perubahan Perbaikan

Perubahan-perubahan mendasar di tengah masyarakat tak akan terwujud bila tidak menyentuh pusat-pusat pengambil kebijakan. Baik perubahan yang diinginkan itu merupakan perubahan menuju kebaikan, maupun perubahan menuju keburukan. Karena kebijakan para penguasa dan regulasilah yang kemudian memberikan pengaruh besar terhadap situasi dan kondisi kehidupan masyarakat.

Karena itu, untuk terwujudnya perubahan ke arah kebaikan, orang-orang yang “baik” dan memiliki kapasitas, kapabilitas dan integritas mesti sampai dan menempati posisi-posisi pengambil kebijakan. Atau juga dengan cara lain, pengambil-pengambil kebijakan harus menjadi orang yang “baik” secara akhlak, moral dan spiritual. Dua hal ini harus berjalan secara paralel dan berkesinambungan. Upaya-upaya perbaikan dari luar system takkan memberikan perubahan signifikan, karena pengaruhnya sangat kecil dibandingkan regulasi dan kebijakan.

Tidak mustahil kalau ada saja orang-orang baik yang kemudian juga tergelincir dan ternoda “keburukan” saat berada di wilayah-wilayah pengambil kebijakan. Namun hal ini tidak boleh menyebabkan berhentinya upaya-upaya mewujudkan perbaikan maksimal di tengah masyarakat.
 

Syaikh Ahmad Ar-Raisuni, tokoh Harakah Tauhid wal Ishlah di Maroko, menyatakan: "Penyimpangan personil merupakan bukti kelemahan orang yang bersangkutan, namun bukan berarti tidak ada lagi diantara ummat ini yang akan berhasil dalam partisipasi politik (musyarakah). Orang-orang baik jangan hanya berpikir tentang dua kemungkinan dalam partisipasi: gagal lalu keluar atau larut dalam penyimpangan. Di dalam tubuh ummat dan jamaah ini pasti ada tambang berharga yang mampu berhasil dalam partisipasi politik. Kita melakukan kerjasama (ta'awun) dalam barisan yang solid dan kokoh dalam rangka terus mewujudkan keberhasilan partisipasi politik umat Islam.”

Kata kunci utama dalam meminimalisir terjadinya penyimpangan adalah “Tarbiyah harus menjadi pengendali dan syarat utama keberhasilan”. Tidak ada kata istirahat atau kendur bahkan menjadi semakin meningkat kebutuhan akan tarbiyah sejalan dengan semakin meningkat dan semakin jauhnya kita dalam lingkaran partisipasi politik. Karena itu, orang-orang baik yang diamanahkan berkiprah dalam ruang-ruang pengambil kebijakan harus komit dan teguh dalam pembinaan dan tarbiyah islamiyah yang mutakaamilah (komprehensif). Dan di waktu yang sama, orang-orang yang telah berada di wilayah tersebut dan belum menjadi orang “baik” harus segera ditarbiyah secara baik. Karena mereka sebenarnya sedang berada dalam kegersangan hidup dan kesengsaraan jiwa dengan situasi dan kondisi yang selama ini telah melingkupi mereka.

Satu langkah hari ini adalah langkah yang akan mengantarkan ke seribu langkah ke depan.... 


Irsyad Syafar

0 komentar:

Posting Komentar