Pages

Sabtu, 27 Juni 2015

Hanya Mau Masuk Sorga


Seorang lelaki tua datang bertanya kepada Rasulullah saw, "Wahai Muhammad, kapan hari kiamat?" Rasulullah saw menjawab, "Apakah yang telah anda siapkan untuk itu?"... Lelaki itu menjawab, "Aku tidak siapkan shalat yang besar, tidak juga puasa yang besar. Akan tetapi aku sangat mencintai Allah dan RasulNya...". Kemudian Rasulullah menimpalinya, "Sesungguhnya engkau akan bersama kekasih yang kau cintai...". (terdapat dlm HR Al Bazzar dan Daaru Quthni).

Di sini sangat jelas petunjuk Rasulullah saw. Silakan mempunyai keinginan dan cita-cita mulia. Boleh saja berobsesi sesuatu. Tapi, permasalahannya adalah apakah yang sudah dipersiapkan untuk itu...

Kalau masing-masing kita ditanya, apakah anda mau masuk sorga? Pastilah semua akan mudah dan spontan memberikan jawaban, ya saya ingin masuk sorga. Namun bila dilanjutkan pertanyaannya, apakah yang sudah kita persiapkan untuk itu? Disinilah kita akan sedikit tertegun, sejenak terdiam, tidak langsung bisa menjawab.

Ya, kita akui bahwa kita agak grogi menjawab pertanyaan kedua ini. Grogi karena memang tidak percaya diri dengan berbagai amal yang sudah dikerjakan, apakah memang akan mengantarkan kita ke sorga atau belum. Atau juga grogi karena memang belum ada persiapan sama sekali untuk itu.
Kalau kita diberitahu lebih lanjut, bahwa pintu pertama menuju sorga itu adalah mati, lalu kita ditanya lagi, "Maukah anda mati sekarang?"... Kita tentu akan menggelengkan kepala, tidak. Lho, katanya mau masuk sorga? Kok nggak mau memasuki pintunya?... Jujur, kita memang, sampai saat ini masih belum siap mati...

Ketidaksiapan kita ini karena akhirat memang belum lebih utama di hati kita dibanding dunia. Dunia ini masih menyandera kita begitu kuat. Nikmat demi nikmatnya begitu menggoda dan mempesona. Hingga akibatnya kita terus diseretnya...

Untuk hal ini, kita memang perlu memperbanyak interaksi dengan segala yang berbau akhirat. Mulai dari pengetahuan, informasi, berita-berita yang haq dari Al Quran dan sunnah, sampai kepada suasana dan rasanya. Kita perlu menjenguk orang sakit, mengunjungi jenazah dan menyelenggarakannya, dan berziarah ke kuburan. "Ziarahilah kuburan, sesungguhnya itu mengingatkan kalian kepada akhirat.." (HR Abu Daud, dishahihkan Albany).

Ketidaksiapan kita juga disebabkan karena belum PDnya kita dengan berbagai amal shaleh/ibadah kita. Apakah sudah cukup dan memenuhi keinginan Allah atau beluam, kita masih ragu.

Untuk hal ini, maka solusinya kita mesti beribadah ibadahnya orang yang akan mati. Kita shalat, seolah-olah itulah shalat kita yang terakhir. Kita puasa, seolah-olah inilah puasa kita yang terakhir. Kita qiyam, seolah-olah ini merupakan qiyam perpisahan. Sehingga semuanya terlaksana dengan kualitas yang memadai. Rasulullah saw pernah menasehati seorang lelaki, "Apabila kamu shalat, maka shalatlah shalatnya orang yang akan berpisah...(mati)". (HR Ibnu Majah dan Ahmad, dishahihkan Albany)

Dengan cara ini, mudah-mudahan kita telah menyiapkan diri untuk masuk sorga...

Irsyad Syafar

0 komentar:

Poskan Komentar