Pages

Minggu, 28 Juni 2015

Iblis, Si Pencuri

Iblis makhluk Allah terlaknat telah bersumpah dihadapan Allah bahwa ia akan menghalangi hamba-hambaNya dari jalan yang lurus. Ia juga telah bersumpah akan menggoda manusia dari arah depan, arah belakang, dari kanan dan kiri manusia. Target akhirnya agar kebanyakan manusia tidak bersyukur, tidak menyembah Allah, dan seterusnya. (Dlm QS Al A'raf: 16-17)

Karenanya, iblis tidak pernah berputus asa mengumpulkan sebanyak-banyaknya pengikut setia. Untuk kelak menjadi temannya di neraka. Dengan melancarkan berbagai tipu daya dan godaan, yang penting target tercapai.

Adakalanya targetnya adalah menjerumuskan manusia ke dalam maksiat. Atau menghalangi manusia dari berbuat baik. Atau merusak amalan orang-orang yang sudah selesai beramal, agar tidak jadi berbuah pahala.

Untuk hal yang terakhir di atas, ini merupakan tantangan bagi para mukminin dalam beramal. Kalau terhadap orang-orang awam iblis mungkin menjerumuskan mereka ke dalam maksiat, maka untuk orang yang beriman, atau terbiasa beramal shaleh, iblis kerjanya adalah mencuri amalan atau pahala mereka. Sehingga amalan yang sudah dikerjakan dengan baik, rusak setelah itu oleh jebakan iblis.
Awalnya sebuah ibadah sudah dikerjakan secara rahasia. Tapi karena liciknya iblis dan piawainya ia dalam mencuri, maka ibadah itupun bisa dicuri pahalanya. Yaitu mengalihkan amalan yang rahasia tersebut menjadi terang-terangan.

Beberapa kejadian sederhana berikut, bisa kita jadikan contoh sekaligus kita waspadai agar tidak kecurian:

Pertama, misalnya salah seorang kita agak sering berpuasa sunnat senin kamis. Namun suatu kali, iya tdk berpuasa di hari kamis. Lalu ia sembunyikanlah tidak puasa ini dengan makan dan minum ditempat yang lain yang tersembunyi. Sehingga terkesan oleh khalayak bahwa dia tetap puasa. Ini bisa masuk dalam katagori syirik kecil atau riya. Kalau ingin ikhlas, baiknya ia makan dan minum didepan orang lain.

Kedua, ada orang yang menceritakan kepada orang lain bahwa dia sudah puluhan tahun puasa sunnat. Dalam hati dia bermaksud memberi contoh atau mengajarkan kepada orang lain. Tapi iblis tetap bisa merusak hati dan niatnya dalam waktu-waktu setelah itu.

Ketiga, seseorang diajak makan oleh teman atau tetangganya. Lalu dia menjawab, "Maaf, ini hari kamis..." maka jawaban ini memberi kesan kepada orang lain bahwa dia rajin dan sering puasa setiap kamis. Padahal itu kalau dijawab, "Maaf saya puasa..." itu sudah cukup.

Keempat, seseorang terlihat mengantuk di pagi hari... dia ingin agar terkesan ia qiyamullail tadi malam... ini juga bisa menjadi jebakan iblis.

Atau contoh yang kelima, kita sudah puasa hari ini, atau shalat qiyam dengan lebih baik dan panjang, atau sudah banyak tilawah dan dzikir. Tapi diwaktu yang sama kita memandang orang lain yang tidak seperti kita, tidak puasa atau tidak qiyam, mereka lebih hina dan agak dibawah kita levelnya...
Ini juga merupakan akal bulus dan tipuan iblis yang terkenal punya slogan : "Aku lebih baik dari padanya, aku dari api, sedangkan dia dari tanah..."

Dalam momen bulan ramadhan ini, ditengah kompetisi amal shaleh yang terus kita pacu, disaat kita mulai menapaki hari-hari semakin bernilai di bulan ramadhan, kita mesti tetap waspada terhadap pencuri amal shaleh kita. Jangan sedikitpun terasa dalam hati dan perasaan bahwa kita telah lebih baik dari orang lain....

Orang beriman akan senantiasa meminta kepada Allah agar dibantu dan ditolongNya untuk berdzikir, bersyukur dan beribadah kepadaNya, dengan sebaik-baiknya...

Irsyad Syafar

0 komentar:

Posting Komentar