Pages

Rabu, 08 Juli 2015

Pagi Salat Istisqa, Malam Hujan Mulai Turun

PADANG, HALUAN — Se­la­ma bulan puasa ini Kota Padang dan daerah lainnya mengalami kemarau berke­panjangan. Hujan tak turun-turun. Tanaman meranggas karena kekeringan.
Melihat kondisi de­mi­kian, Pemerintah Kota Pa­dang menggelar salat Istisqa (salat minta hujan) di pela­taran parkir Kantor Balai­kota di Aia Pacah, Selasa (7/7). Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemko Padang terlihat khu­syuk mengikuti pelaksanaan salat tersebut.

Sekitar pukul 08.00 Wib, seluruh ASN sudah ber­kumpul di halaman parkir Balaikota. Mereka mengisi tikar-tikar yang telah di­siapkan panitia. Setelah saf mulai terisi penuh, pelak­sanaan salat dimulai.

Walikota Padang H. Mah­yeldi Ansharullah ke­mudian menaiki mimbar. Wako menyebut digelarnya salat Istisqa karena selama ini Kota Padang terlihat mengalami kekeringan. "Li­hat tanaman di sekitar kita mulai menguning, rumput banyak yang mati, sawah sudah kering dan di kawasan tertentu air sudah mulai berkurang. Karena itu sesuai ajaran Islam maka shalat Istisqa' kita gelar," katanya.

Wako berharap, seluruh ASN yang berkumpul dalam pelaksanaan shalat Istisqa' ini dalam keikhlasan se­hingga nantinya Allah SWT akan mengabulkan harapan dan doa nantinya. Pelak­sanaan shalat Istiqa' sengaja dilakukan di Kantor Balai­kota di Aia Pacah. Sehingga kantor tidak saja dijadikan tempat untuk bekerja, tetapi juga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. "Mudah-mudahan dengan keikhlasan  dan harapan, doa kita saat shalat Istisqa' terkabul," sebutnya.

Shalat Istisqa' memang jarang dilakukan di Kota Padang. Khatib shalat Is­tisqa' H. Sobhan Lubis sem­pat memaparkan prosesi shalat Istsiqa' di depan selu­ruh jamaah. Shalat Istisqa' hampir sama dengan shalat Ied, dua rakaat dengan tujuh kali takbir serta dengan niat meminta kepada Allah SWT agar diturunkan hujan.

H. Sobhan Lubis dalam khut­bahnya mengatakan bala ditu­runkan Allah SWT kepada umat­Nya bukan tanpa sebab. Bala itu datang kepada umat manusia yang memandang rendah suatu bala. Kemudian bala datang ketika terjadi maksiat secara terang-terangan."Bala datang kepada umat yang zalim kepada orang lain, saling menggunjing serta senang mengambil yang haram," sebutnya.

Di sisi lain, khatib mengata­kan bahwa di antara bala yang ditu­runkan itu yakni kekeringan. "Air sumber kehidupan. Air meru­pakan rahmat. Akan tetapi air yang turun juga terkadang tak bermanfaat seperti banjir," tam­bahnya.

Pelaksanaan salat Istisqa yang dilakukan Pemko Padang men­dapat respon dari masyarakat sekitar. Masyarakat pada umum­nya sangat mendukung pelak­sanaan salat Istisqa. Hal itu diutarakan Yeli. Wanita yang berdomisili di Balai Baru, Ku­ranji itu sangat berharap setelah shalat Ististqa hujan segera turun sehingga kekeringan yang me­landa selama ini dapat berlalu. "Tanaman banyak meranggas, cuaca juga sangat panas. Mudah-mudahan setelah ini hujan," se­butnya seakan mewakili suara masyarakat banyak.

Alhamdulilah, doa masya­rakat dikabulkan oleh Allah SWT. Malam harinya, setelah salat tarawih hujan mulai turun di beberapa lokasi di Kota Padang seperti di Gunung Pangilun dan Tabing. Meski hanya berupa geri­mis, namun cukup untuk membasasi tanah yang sudah kering. (h/rel/ows)

harianhaluan.com 8 Juli 2015

0 komentar:

Posting Komentar