Pages

Selasa, 09 Juni 2015

Irwan Prayitno Daftar ke Partai Gerindra

PADANG (RIAUPOS.CO) - Untuk kali pertama, bakal calon gubernur mendaftar ke Partai Gerindra Sumbar. Gubernur Sumbar incumbent Irwan Prayitno menjadi orang pertama yang mendaftar untuk posisi calon gubernur tersebut.

Sebelumnya, partai ini sudah menerima dua dokumen pendaftaran untuk posisi wakil gubernur, yakni Bupati Solok Syamsu Rahim dan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit.
Dengan mendaftarnya Irwan Prayitno sebagai calon Gubernur Sumbar untuk periode 2016-2021 melalui Partai Gerindra menjadi jawaban atas ke mana dia akan mencari tandem (koalisi) partainya PKS.

Soalnya, dengan perolehan 7 kursi PKS di DPRD Sumbar belum menjamin partai ini bisa mengusung calon sendiri, bila tidak berkoalisi dengan partai lain guna mencukupi syarat pasangan calon kepala daerah untuk Sumbar minimal 13 kursi.

Tidak itu saja. Langkah Irwan Prayitno mendaftar ke partai besutan Prabowo Subianto itu pun seolah menjawab isu yang menyebutkan dirinya akan diusung koalisi Gerindra dan PKS.

Irwan Prayitno juga membantah adanya anggapan sebagian orang yang menyebutkan hanya ingin menjadi gubernur satu periode saja setelah dilantik 15 Agustus 2010 lalu. “Nah, kata-kata ini saya sering mendengar dari berbagai orang, namun saya tanya dulu dari mana informasi itu datangnya,” tanya Irwan.

“Yang saya tahu, ini dikembangkan ketika saya memberikan arahan kepada SKPD saya, dan pada waktu itu saya menekankan pada setiap SKPD agar sebaik-baiknya amanah dijalankan, karena kalau amanah tidak dijalankan akan masuk Neraka,” imbuh Irwan Prayitno .

Dia juga menyebutkan arahan yang dia berikan pada SKPD ketika itu merupakan urusan internal Pemprov Sumbar. “Saya mencontohkan, saya sebagai gubernur, ketika shalat malam dan tahajud, kalau mengingat amanah itu cukup berat, saya menangis dan takut kalau ini bisa masuk neraka. Terus terang saya ingin masuk
surga,” tukas kader PKS ini.

Dia juga mengatakan bukan enggan jadi gubernur. Menurutnya amanah itu harus dijalankan. “Nah itu ditafsirkan oleh orang yang mendengar, termasuk mungkin juga wartawan dibilanginnya enggan. Maka saya ingin tanya kata-kata enggan tuh mana atau rekaman kaset saya menangis?" jelas Irwan Prayitno.

Sementara itu, saat mendaftar ke Gerindra, Irwan Prayitno didampingi para tim suksesnya termasuk pengurus DPW PKS Sumbar. Dia menyampaikan rencana dia mendaftar ke partai ini setelah bermusyawarah dengan DPW PKS.

Irwan menerangkan alasan mendaftar ke Gerindra karena partai ini punya track record yang baik bersama PKS. “Itu terlihat dari hasil kerja sama tim saat pilpres lalu,” jelas Irwan.

Selain itu, lanjut Irwan, PKS hanya punya 7 kursi di DPRD Sumbar, jadi tidak bisa usung calon sendiri, makanya dia berharap dengan mendaftar ke Gerindra koalisi partai ini bisa mengusung satu pasang calon dalam pilgub nanti.

Sebagai kader PKS, dirinya dan partai sama-sama sepakat tidak ingin mendaftar ke partai lain jika di partai itu sudah ada calon gubernurnya. Ini tidak etis bagi saya,” kata mantan anggota DPR RI ini.

Dia juga menyebutkan pola atau prosedur yang digunakan Gerindra dalam menerima calon bisa dikatakan sama dengan PKS. Dirinya siap mengikuti proses pencalonan yang dilakukan Gerindra. “Karena ini (proses pendaftaran) merupakan prosedur atau mekanisme yang diamanatkan UU dalam pencalonan kepala daerah,” paparnya.

Irwan juga sekilas menyampaikan konsep kepemimpinan kepala daerah harus punya keharmonisan dengan DPRD dalam menjalankan pemerintahan. Soal siapa calon wakil yang akan mendampinginya dari dua tokoh yang sudah mendaftar ke Gerindra, Irwan Prayitno menyerahkan itu kepada Gerindra.

"Jadi untuk bisa menetapkan siapa calon wakilnya, saya serahkan pada Gerindra. Apakah itu Syamsu Rahim atau Nasrul Abit, terserah Gerindra lah. Dan saya siap menerimannya," tukas Irwan Prayitno.

Sedangkan Ketua Pansel Pilkada Gerindra Sumbar, Zulkifli Jailani menyambut baik pendaftaran Irwan Prayitno sebagai bakal calon gubernur, karena dari dua bakal calon sebelumnya yang mendaftar hanya mengincar posisi calon wakil gubernur.
“Hari ini kami kedatangan kader terbaik PKS. Dia adalah bakal calon pertama yang mendaftar untuk calon gubernur di partai ini," ungkapnya.

Terkait calon yang nantinya akan diusulkan Gerindra baik untuk bupati, wali bupati, wali kota/wakil wali kota maupun gubernur/wakil gubernur, Zulkifli Jailani menegaskan, adalah mereka yang mendaftar ke Gerindra.

"Arti kata, bakal calon yang tidak mendaftar, kendati dirinya sudah didukung atau ditetapkan sebagai calon oleh partainya, tetap saja tidak bisa ditetapkan calon dari Gerindra," tegas Zulkifli.

Dia mencontohkan untuk calon gubernur dan wakil gubernur, dimana bakal calon dari Partai Demokrat, atau Golkar atau pun juga dari PKS, yang sebelumnya sudah ditetapkan oleh masing-masing partainya sebagai calon namun tidak ada komunikasi dengan Gerindra apalagi tidak mendaftar maka peluangnya tidak ada. "Ini lah salah satu mekanisme lainnya dari Partai Gerindra yang harus dilalui oleh siapa saja yang akan mencalon melalui partai ini," tukas Zulkifli lagi.(zil)

riaupos.co 9 Juni 2015

0 komentar:

Poskan Komentar