Pages

Senin, 19 Oktober 2015

Tantangan Pengurus Baru Lebih Besar

IRSYAD SYAFAR PIMPIN PKS SUMBAR

PADANG, HALUAN – Anggota DPRD Su­ma­te­ra Barat Irsyad Syafar terpilih sebagai ketua De­wan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Ke­adilan Sejahtera (PKS) Sumbar periode 2015-2020 menggantikan Trinda Farhan pada musyawarah wilayah ke-IV, 18 Oktober 2015 di Hotel Pangeran Beach.
Selain memilih DPW yang masuk sebagai salah satu unsur Dewan Pengurus Tinggi Wilayah (DPTW) PKS Sumbar,  juga terpilih Dewan Syariah Wilayah (DSW) dan Majelis Pertim­bangan Wilayah (MPW).  Ketua Majelis Pembina Wi­la­yah (MPW) dipegang oleh Walikota Padang, H. Mah­yeldi Ansarullah SP, didam­pingi Sekretaris Ha­dison, SSi.Apt.

Sementara untuk DSW, H Dzul Adli Lc dipercaya sebagai ketua dengan sekre­taris Budiman S.Ag, MM. Dalam orasi politiknya, Irsyad Syafar menyebut kepengurusan edisi 2015-2020 ini langsung dihadap­kan pada pekerjaan rumah besar, yakni pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2015.
Menurut suksesor Trin­da Farhan Satria, pada haja­tan besar ini, PKS me­miliki sejumlah jagoan yang nota­bene adalah kader me­reka langsung, di antaranya Ca­lon Gubernur Sumbar Ir­wan Prayitno, Calon Wa­kil Bupati Agam Trinda Farhan Calon Wakil Bupati Tanah Datar Sultani serta Calon Wakil Walikota Bu­kittinggi Marfendi.

“Kami pengurus yang baru, mengalami tantangan yang berat. Karena, capaian pengurus sebelumnya luar biasa. Periode sebelumnya berhasil menduduki posisi gubernur dan dua posisi walikota,” kata Pendiri Pon­dok Pesantren Ar-Risalah di Kota Padang itu

Alumnus Quwait Uni­versity dan Kairo University ini, pengurus baru PKS Sumbar bertekad terus me­ning­katkan capaian itu. Selain itu, ingin jadi salah satu provinsi terbaik yang diusung kader-kader PKS dalam berkhidmat (mela­yani) bangsa dan negara.

Sementara itu, Trianda Far­han Satria sebagai Ketua DPW sebelumnya menga­ta­kan, dengan terbentuknya ke­pengurusan yang baru di­harapkan ke depan PKS Sum­bar bisa lebih baik lagi.  Se­bagai partai dakwah PKS, se­­but diharapkan mam­pu mem­­­bawa kema­juan di­te­ngah-tengah ma­sya­rakat. Ser­­ta bisa me­ne­gakkan ke­a­di­lan dan mela­wan keza­li­man.

“Selain itu, dengan ter­ben­­tuknya pengurus baru, diharapkan kader-kader terbaik yang bisa mewakili partai sebagai kepala daerah juga bisa lebih banyak lagi,” ucap Trinda.

Tahun sekarang, lanjut­nya, ada empat kader PKS yang maju sebagai calon kepala daerah. Diharapkan jumlah tersebut bisa ber­tam­bah pada pilkada beri­kut­nya. Ketua Bidang DPP wilayah daerah Sumbagut Hermanto pada dialog to­koh di Muswil PKS menye­but Muswil ke-4 DPW PKS Sumbar adalah pelaksanaan Muswil terakhir DPW-DPW di lingkungan Wilda Sumbagut. Selain memilih kepemimpinan baru, juga dilakukan perumusan ke­bija­kan partai dan sikap politik, serta dimeriahkan dengan dialog tokoh.

Berkhidmat pada rakyat dimaknai pada pengokohan pelayanan melalui konso­lidasi struktur dan kader untuk memperluas ruang dakwah kultural. Muswil kembali juga menegaskan jati diri partai, yaitu sebagai partai bersih, peduli dan professional.

Hal yang spesifik dari Muswil ke-4 DPW PKS yaitu kebersamaan untuk me­nyon­song Pilkada seren­tak “Menyonsong pilkada terse­but, DPP PKS Wilda Sum­ba­gut mambackup DPW PKS Sumbar dalam meng­konsolidasi struktur, kader dan simpatisan untuk me­me­nangkan pasangan yang diusung oleh PKS Sum­bar,” tukas Hermanto.

Menurut Hermanto, pa­da Munas Partai Keadilan Se­jah­tera (PKS) September lalu ditetapkan pemekaran Wilda Sumatera menjadi Wilda Sumbagut dan Wilda Sumbagsel. Wilda Sum­bagut mencakup lima pro­vinsi, antara lain Nanggroe Aceh Darussalam, Sumbar, Su­mut, Riau dan Ke­pu­lauan Riau.  Munas sebagai helat nasional dijabarkan kem­bali pada tingkat pro­vinsi, yaitu Muswil, dan selan­jutnya tingkat Musda. (h/mg-len/mat)

0 komentar:

Posting Komentar