Pages

Minggu, 20 Agustus 2017

Rekor Dunia Pencipta Pantun Diraih Gubernur Sumbar

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Sebanyak 18 ribu pantun dikreasikan oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno dalam kurun waktu satu tahun enam bulan. Banyaknya pantun yang diciptakan oleh gubernur dua periode ini membuat dia diganjar rekor Indonesia-Dunia oleh Museum Rekor Indonesia (MURI).

Irwan memang dikenal gemar menyisipkan pantun-pantun jenaka dalam setiap sambutan resmi yang ia sampaikan. Dalam sekali sambutan, Irwan mengaku bisa menyelipkan 40 pantun.

Mewakili MURI, Manager MURI Andre Purwandono menyampaikan, sebelumnya tidak ada satupun pejabat publik di Indonesia, bahkan dunia, yang menciptakan pantun sebanyak ini. Andre menilai bahwa langkah Gubernur Sumbar untuk menyampaikan pantun bisa menumbuhkan kecintaan masyarakat Minang dan Indonesia untuk  membudayakan pantun.

“Rekor yang tercipta untuk pertama kalinya oleh kepala daerah. Sebelumnya di manapun kepala daerah belum pernah ciptakan pantun yang indah dan ini terbanyak pula 18 ribu,” ujar Andre sebelum menyerahkan piagam MURI kepada Irwan di Pantai Muaro Lasak Padang, Ahad (20/8).

Andre berharap pemberian piagam MURI kepada Irwan bisa menumbuhkan motivasi masyarakat Sumatra Barat dan Indonesia pada umumnya untuk lebih mencintai pantun. Ia juga mendorong pemerintah provinsi Sumbar untuk membudayakan pantun di sekolah-sekolah dan instansi pemerintahan.

“Kami berharap, kita semua melestarikan budaya asli warisan Indonesia jangan sampai kesenian ini justru diakui oleh negara lain dan jangan sampai pantun ini menjad pudar dan dilupakan. Kita lestarikan pantun sebagai warisan Indonesia dan dunia,” katanya.

Irwan juga memperoleh sertifikat hak cipta atas 18 ribu pantun yang ia ciptakan. Seluruh pantunnya telah dibukukan ke dalam 6 buah judul buku. Ia menargetkan bisa mentekan 30 lebih buku yang berisi kumpulan pantun ciptaannya dalam lima tahun mendatang.

“Kalau satu tahun lebih saja bisa enam buku, bahkan ini dalam empat bulan tambah dua buku, kalau saya masih berkarya lima tahun ke depan, bisa lah 30 buku,” katanya.

Republika.co.id, 20 Agustus 2017

0 komentar:

Posting Komentar