Pages

Minggu, 03 Juni 2018

Kisah dan Ibrah (17)

Ramadhan 17

Oleh: Irsyad Syafar

Ini kisah kaum yang berbuat sebuah dosa besar yang sangat keji. Dosa besar yang belum pernah diperbuat sebelumnya oleh manusia. Yaitu kisah kaum Nabi Luth.

Nabi Luth adalah ponakan dari Nabi Ibrahim. Dimana ayah Nabi Ibrahim yang bernama Azar, mempunyai 3 orang anak: Ibrahim, Haran dan Nahor. Luth adalah anak kandung dari Haran. Ketika Ibrahim menjadi Nabi, Luth beriman kepada Ibrahim, dan ikut hijrah bersamanya ke negeri Syam. Kemudian Luth diangkat Allah SWT menjadi Nabi, dan diutus sebagai Rasul berdakwah ke negeri Sadum (sodom) di negeri Syam. Allah berfirman mengenai pengutusan Nabi Luth:

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ (الأعراف: 80).

Artinya: "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka, "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?" (QS Al A'raf: 80).

Allah mengutus Nabi Luth kepada kaum Sadum (sodom) dan daerah-daerah sekitarnya untuk menyeru mereka agar menyembah Allah SWT semata (bertauhid). Dan Beliau memerintahkan mereka mengerjakan berbagai kebajikan, dan melarang mereka melakukan perbuatan mungkar.

Saat itu kaum Sodom tengah terjatuh ke dalam kubangan sebuah dosa besar (fahisyah) yang sangat menjijikkan. Dosa keji itu mereka adakan sendiri dan belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari kalangan anak keturunan Nabi Adam. Dosa mereka yaitu "berzinanya" laki-laki dengan sesama lelaki (homoseksual). Perbuatan ini sungguh sangat terlaknat disisi Allah SWT.
[2/6 21.30] Irsyad Safar: Imam Ibnu Katsir mengutip komentar Khalifah Bani Umayyah, Al-Walid ibnu Abdul Malik — pendiri masjid Dimasyq (Damaskus)— , "Sekiranya Allah SWT. tidak menceritakan kepada kita mengenai berita kaum Nabi Luth, niscaya saya tidak percaya bahwa ada lelaki menaiki lelaki lainnya."

Karena itulah, maka Nabi Luth mengatakan kepada kaumnya, seperti yang disitir oleh firman Allah SWT:

{أَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُمْ بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِنَ الْعَالَمِينَ * إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُونِ النِّسَاءِ}. الأعراف: ٨٠-٨١

Artinya: "Mengapa kalian mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian? Sesungguhnya kalian mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsu kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita." (Al-A'raf: 80-81).

Yakni mereka telah enggan terhadap kaum wanita yang telah diciptakan oleh Allah SWT untuk menjadi istri mereka. Tapi mereka  beralih menyukai laki-laki. Hal ini merupakan perbuatan mereka yang sangat melampaui batas dan suatu kebodohan.

Seruan dakwah Nabi Luth ini tidak mereka gubris sama sekali. Malah mereka hendak mengusir Nabi Luth dari negeri mereka. Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلا أَنْ قَالُوا أَخْرِجُوهُمْ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ (الأعراف: 82).

Artinya: "Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan, "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kota kalian ini. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura menyucikan diri.” (QS Al A'raf: 82).

Sungguh sudah sangat parah keburukan dan maksiat mereka. Nabi Allah dan orang-orang beriman yang mengikutinya, mereka anggap sebagai orang-orang yang sok suci dan layak untuk diusir. Sebuah logika berfirkir yang sudah rusak, karena dosa mereka yang sudah sangat berat membuat hati mereka hitam berkarat.

Justru harusnya mereka yang diusir. Tapi karena pelaku dosa sangat dominan, dan orang baik sangat minoritas, maka orang baik yang dipaksa untuk memaklumi orang-orang buruk lagi pendosa. Atau bahkan jawaban mereka tersebut mengandung celaan yang kasar kepada Nabi Luth dan pengikut. Maknanya, kalian gak usah sok suci. Kalian juga sama dengan kami.
Ini juga menunjukkan bahwa kaum homoseksual (dan kaum LGBT lainnya), bila mereka dominan mereka akan berlaku semena-mena dan arogan.

Karena pembangkangan kaumnya yang begitu kuat, Nabi Luth memohon bantuan kepada Allah SWT untuk mengirimkan Malaikat, menolongnya yang sangat minoritas. Dalam ayat dinyatakan bahwa yang beriman hanya keluarga Nabi Luth saja, minus istri Beliau yang ikut bersekongkol dengan kaum sodom. Allah SWT berfirman:

فَمَا وَجَدْنَا فِيهَا غَيْرَ بَيْتٍ مِنَ الْمُسْلِمِينَ. (الذاريات: ٦١-٦٤).

Artinya: "Dan Kami tidak mendapati negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang yang berserah diri." (QS Adz Dzariyat: 36).

Sehingga kemudian Allah mengirimkan 3 Malaikat yang sebelumnya telah mampir ke rumah Nabi Ibrahim as mengabarkan akan lahirnya anak Beliau. Ketiga Malaikat tersebut datang dalam bentuk 3 lelaki tampan dan gagah berotot.

فَلَمَّا جَاءَ آلَ لُوطٍ الْمُرْسَلُونَ (61) قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (62) قَالُوا بَلْ جِئْنَاكَ بِمَا كَانُوا فِيهِ يَمْتَرُونَ (63) وَأَتَيْنَاكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (64). الحجر: ٦١-٦٤.

Artinya: Maka tatkala para utusan itu datang kepada kaum Luth, beserta pengikut-pengikutnya, ia berkata, "Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang tidak dikenal.” Para utusan menjawab, "Sebenar­nya kami ini datang kepadamu dengan membawa azab yang selalu mereka dustakan. Dan kami datang kepadamu dengan membawa kebenaran dan sesungguhnya kami betul-betul orang-orang benar." (QS Al Hijr: 61-64).

Malaikat yang berupa para pemuda yang berwajah tampan-tampan, menjadi tamu "asing" di rumah Nabi Luth. Mereka memberitahu bahwa kedatangan mereka adalah untuk mendatangkan adzab kepada kaum sodom.

Kedatangan tamu-tamu tampan ini rupanya bocor kepada kaum sodom melalui istri Nabi Luth yang tidak beriman. Akibatnya mereka datang ke rumah Nabi Luth beramai-ramai untuk bisa bersenang-senang dengan para lelaki tampan tersebut. Nabi Luth sangat kerepotan menghadapi hawa nafsu mereka. Sampai-sampai Beliau menawarkan agar mereka mau mengawini anak gadis Beliau, agar mereka tidak jatuh kepada dosa. Tapi dasar, mereka sudah betul-betul kesyetanan, mereka tidak berminat dengan tawaran tersebut dan tak berselera dengan putri-putri Nabi Luth. Allah SWT berfirman:

وَجَاءَهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِنْ قَبْلُ كَانُوا يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ ۚ قَالَ يَا قَوْمِ هَٰؤُلَاءِ بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي ۖ أَلَيْسَ مِنْكُمْ رَجُلٌ رَشِيد. قَالُوا لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ. (هود: ٧٨-٧٩).

Artinya: "Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata: "Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal?" Mereka menjawab: "Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki." (QS Hud: 78).

Mereka mendesak untuk masuk ke rumah Nabi Luth yang tidak berdaya menghalanginya. Namun ketika itu Malaikat Jibril datang menampar mereka dengan sayapnya. Akibatnya mata mereka langsung buta dan tidak bisa melihat apa-apa kecuali hanya memegang dinding rumah. Ibnu Katsir menceritakan dalam "Qashashul Anbiya" bahwa mata mereka hilang dari wajah mereka setelah ditampar Malaikat Jibril.

Kemudian para Malaikat memerintahkan Nabi Luth untuk kabur malam tersebut, bersama keluarganya (kecuali istrinya yang durhaka), meninggalkan negeri tersebut secepat mungkin. Karena malam itu juga, sebelum shubuh, Malaikat akan menurunkan adzab Allah SWT.

قَالُوا يَا لُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَصِلُوا إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِنَ اللَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ أَحَدٌ إِلَّا امْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُ مُصِيبُهَا مَا أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيبٍ. (هود: ٨١).

Artinya: "Para utusan (malaikat) berkata: "Hai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah dengan membawa keluarga dan pengikut-pengikut kamu di akhir malam dan janganlah ada seorangpun di antara kamu yang tertinggal, kecuali isterimu. Sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka karena sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu subuh; bukankah subuh itu sudah dekat?". (QS Hud: 81).

Nabi Luth segera kabur dengan dua orang putrinya meninggalkan rumah dan istrinya. Sekitar shubuh adzab Allah pun datang menimpa kaum sodom. Mereka semuanya dihujani oleh batu-batu panas dan Allah SWT membalikkan bumi terhadap mereka. Sehingga seluruh kampung dan isinya, termasuk ternak-ternak mereka tertimbun habis. Tidak ada satupun yang selamat. Ibnu Katsir menyebutkan jumlah mereka mencapai 400an orang atau 4000an jiwa (Qashash Al Anbiya).

Berakhirlah secara tragis, nasib kaum pendosa yang sangat keji lagi menjijikkan. Allah SWT menceritakannya di beberapa surat dalam Al Quran: Al A'raf, Hud, Al Hijr, Adz Dzariyat dan lain-lain.

Pelajaran

1. Perbuatan kaum sodom (LGBT masa kini) adalah dosa besar dan sangat dimurkai Allah SWT. Para pelakunya berhak mendapat siksa yang sangat pedih melebihi perbuatan zina.
2. Penyimpangan tauhid sering kali beriringan dengan penyimpangan moral dan akhlak. Sebab, tauhid yang lurus akan membawa kepada akhlak yang mulia. Kaum Luth telah terjatuh ke dalam penyimpangan tauhid dan akhlak sekaligus.
3. Penyimpangan perilaku seksual kaum sodom adalah sebuah penyakit, yang sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan ajaran Allah. Bahkan binatang sekalipun tidak mau melakukan hubungan seksual sejenis.
4. Para pelaku sodom (kaum LGBT) bila sudah mayoritas dan kuat, maka mereka akan berlaku semena-mena menindas orang lain dan memaksa orang lain juga terkena penyakit mereka.
5. Setiap muslim wajib waspada dan hati-hati dengan penyakit menyimpang ini. Dan mesti bersikap tegas terhadap gejala-gejalanya sebelum menjadi besar dan menggurita.

Wallah A'laa wa A'lam.

0 komentar:

Posting Komentar