Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Selasa, 17 Oktober 2017

Daftar Pengurus DPW PKS Sumbar


Berdasarkan Surat Keputusan Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera No. 827/SKEP/DPP-PKS/1437 tentang Struktur dan Kepengurusan Dewan Pengurus Wilayah  Partai Keadilan Sejahtera Provinsi Sumatera Barat Periode 2015-2020, susunannya adalah sebagai berikut:

Klik di sini

Rabu, 04 Oktober 2017

Pemprov Sumbar Peroleh Penghargaan Laporan Keuangan Capaian Standar Tertinggi

Padang, Singgalang
Kementerian Keuangan memberikan penghargaan kepada Pemprov Sumbar sebagai memiliki laporan keuangan dengan capaian tertinggi pada 2016. Penghargaan itu diserahkan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharan Provinsi Sumbar, Ade Rahman kepada gubernur di istana gubernuran Selasa, (3/10).

“Saya mendapat mandat dari Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk menyerahkan langsung ke Gubernur Sumbar Irwan Prayitno penghargaan ini,” sebut Ade Rahman.

Dikatakannya, pada Daerah (LKPD) Sumbar kembali memperoleh meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan  (BPK) RI. Keberhasilan ini capaian yang luar biasa, Sumbar mendapatkan WTP lima kali berturut-turut.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan  Sumbar untuk mempertahankan WTP inilah yang menjadikan Kementerian Keuangan menghargainya dengan memberikan penghargaan ini. Sebab bukan perihal mudah mempertahankan WTP yang telah diperoleh selama 5 tahun berturut-turut sejak tahun 2012.
“Semoga penghargaan ini dapat mendorong semangat dari pemerintah provinsi Sumbar dalam pencapaian WTP di tahun berikutnya. Opini WTP yang diperoleh Pemprov Sumbar juga mendorong pemerintah kabupaten/ kota di Sumbar untuk mendapatkan WTP. Pada tahun 2016, 17 kabupaten/kota mendapatkan WTP. Ini capaian luar biasa,” ujarnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Keuangan yang telah menyerahkan penghargaan kepada Pemprov Sumbar, karena telah berhasil menyusun dan menyajikan LKPD capaian standar tertinggi, yakninya WTP.

“Semoga penghargaan yang diperoleh dari pemerintah pusat melalui menteri keuangan ini dapat semakin memacu semangat dari seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempertahankan WTP yang telah diperoleh selama lima tahun berturut-turut ini,” ungkapnya pada kegiatan yang juga dihadiri Wakil Gubernur Nasrul Abit, Kepala Bappeda Hansastri dan Kepala Biro Humas Jasman Rizal.

Disebutkannya, sejak menjabat sebagai gubernur periode pertama 2010, ia sudah berkomitmen untuk memperbaiki laporan keuangan daerah. Komitmen itu ditunjukkan dengan dibentuknya Biro Aset di bawah sekretariat daerah untuk memperbaiki laporan tentang aset yang sebelumnya bermasalah, akibat gempa 2009.

“Dengan dukungan seluruh ASN dan OPD, akhirnya WTP dapat kita peroleh sejak tahun 2012 hingga tahun 2016 kemarin. Semoga opini WTP ini dapat kembali diperoleh di tahun berikutnya,” jelasnya.

Gubernur Sumbar merasa surprise dengan penghargaan yang diberikan langsung kementerian keuangan untuk Provinsi Sumbar. Sebab tidak ada pemberitahuan terlebih dahulu akan mendapatkan penghargaan ini. “Saya hanya diberitahukan kalau ada tamu yang datang. Ternyata yang datang itu utusan Menteri Keuangan RI yang langsung menyerahkan penghargaan ini,” ungkapnya.

Singgalang, 4 Oktober 2017

Sumber: irwan-prayitno.com

Senin, 02 Oktober 2017

Mudahkan Investasi dan Layanan Publik : Gubernur Terima Attractiveness Award

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menerima penghargaan Indonesia Attractiveness Award 2017. Penghargaan itu diberikan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam mengembangkan potensi daerah dan bagaimana mengelola pembangunan ekonominya.

Penghargaan tersebut diberikan Majalah Tempo dan Frontier Konsultan diserahkan kepada Gubernur Irwan Prayitno di Ballroom Westin Hotel Jakarta, Jumat (29/9).

“Ini merupakan bentuk apresiasi Tempo dan Frontier Consulting Group melalui Indonesia Attractiveness Award (IAA) yang telah menilai Sumber sebagai provinsi yang komitmen mengembangkan potensi daerah, serta pengelolaan ekonomi,” ujar Irwan Prayitno usai menerima penghargaan tersebut.

Dikatakannya, dalam penghargaan itu, Pemprov Sumbar menjadi yang terbaik dalam kategori Provinsi Terbaik dan menarik dalam Kemudahan Berinvestasi, Pelayanan Publik, Kepariwisataan dan Pembangunan Infrastruktur di Indonesia tahun 2017.

Selain itu penilaiannya itu tidak hanya sekadar mengembangkan potensi ekonomi dan target pertumbuhannya, yang juga diperhatikan adalah memastikan semua itu dapat dinikmati dengan merata. Di sinilah peran pemerintah provinsi, menjadi krusial. Dan, Pemprov Sumbar telah menunjukkan komitmennya supaya daerahnya turut merasakan pertumbuhan.

Disebutkannya, IAA ini merupakan penyelenggaraan ketiga TEMPO dan Frontier. Untuk menghasilkan pemeringkat IAI, metodologi yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Tim peneliti menyisir data-data sekunder dan primer (Mystery calling, analisis digital dan media sosial) dari 508 kabupaten/ kota dan 34 Provinsi.

“Pengumpulan data primer dilakukan dari Mei hingga Juni 2017. Sedang data sekunder dikoleksi sejak awal 2016,” katanya.

Adapun indikator itu, yakni Indikator kontribusi PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) terhadap PDRB Provinsi dan peningkatan PDRB meningkat secara signifikan dari tahun sebelumnya. Kemudian, pertumbuhan PDRB harus lebih besar dari rata-rata pertumbuhan koridor atau PDRB per kapita lebih besar dari rata-rata PDRB per kapita koridor.

Lanjutnya, penghargaan ini merupakan buah kerja keras semua stakeholder terkait di Sumbar dan penghargaan ini merupakan penghargaan untuk masyarakat Sumbar baik yang diranah ataupun yang dirantau.

“Kita jangan terlena dengan adanya penghargaan yang didapat, namun dengan adanya penghargaan ini menambah motivasi kita semua untuk berbuat lebih baik lagi demi Sumbar yang sejahtera,” pungkasnya.

Singgalang, 2 Oktober 2017

Sumber: irwan-prayitno.com

Minggu, 01 Oktober 2017

Berinvestasi di Tanah Minangkabau

Tanah Minangkabau sedang bersolek. Pemerintah  Provinsi (Pcmprov) Sumatera  Barat gencar membangun infrastruktur jalan nasional sepanjang 1.200 kilometer, jalan provinsi 1.154 kilometer, dan jalan kabupaten atau kota sejauh 15.200 kilometer.

Pembangunan jalan tersebut bukan tanpa tujuan. Pemprov Sumatera Barat berharap investor datang menanamkan investasinya di nagari yang dikelilingi pegunungan, lembah, dan sungai tersebut. Pemprov juga telah menyiapkan Bandar Udara (Bandara) Internasional Mìnangkabau (BlM) dan Pelabuhan Internasional Teluk Bayur, untuk memudahkan arus distribusi barang dan transportasi bagi investor.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan. Pemprov menawarkan empat peluang investasi yang menjanjikan kepada investor dalam negeri maupun asing. Keempat peluang investasi tersebut adalah energy, pendidikan, pariwisata, dan industri. ‘Pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat cukup kuat dan relatif stabil. Inflasi juga berhasil ditekan rendah’, katanya. Hingga Juli 2017,  Inflasi Sumatera Barat berada pada angka 3,93 persen, sementara infiasi nasional 3,33 persen.

Untuk bidang energi, Gubernur Irwan menuturkan Pemprov saat ini sedang  mengembangkan energi berbasis panas bumi atau geotermal. ‘Sumatera Barat memiliki 17 lokasi sumber energy geotermal yang mampu menghasilkan listrik lebih dan 1.600 MW.  Satu lokasi geotermal sudah dieksplorasi, saat ini sedang dikerjakan Supreme Energy, sementara dua lokasi masih disurvei oleh Hitay Energy”, ujarnya.

Selain energi panas bumi, Sumatera Barat juga mengembangkan energy tenaga air. “Sumatera Barat memiliki 45 lokasi energi tenaga air dengan luastangkapan sebesar 37.121,5 kilometer persegi dan potensi energi sebesar 383,83 MW,” ucapnya.

Di bidang pendidikan, Pemprov saat ini sedang mengembangkan pusat pendidikan di Kota Tarok, Padang Pariaman, berjarak sekitar 66.3 kilometer dan Kota Padang, dengan luas area mencapai 697 hektare. Beberapa kampus akan dibangun di daerah ini, antara lain Institut Seni Padang Panjang, Universitas Negeri Padang, Gedung Pelatihan Lembaga Administrasi Negara, Lembaga Sandi Negara, serta rumah sakit integrasi vertilcal. “Kami membuka peluang investasi berupa hotel, apartemen, dan ruang konvensi,” tuturnya.

Di bidang pariwisata, Irwan menuturkan, setelah berhasil memperoleh penghargaan World’s Best Halal Culinary Destination dan World’s Best Halal Destination & World Halal Tourism Award 2016, Sumatera Barat dianggap sebagai salah satu tujuan wisata utama di Indonesia, setelah Bali dan Yogyakarta. “Pemandangannya menakjubkan, begitu pula dengan keunikan budayanya. Kesempatan berinvestasi di sektor pariwisata terbuka lebar, mulai hotel, resor, lapangan golf, MICE, hingga travel agent,” tuturnya.

Beberapa spot destinasi menarik yang bisa dikunjungi, di antaranya Pulau Mentawai yang dikenal dengan spot diving, surfing, dan snorkeling nan menakjubkan, juga Kawasan Wisata Laut Terpadu Mandeh yang sohor dengan sebutan ‘The South of Paradise”.

Adapun di bidang industri, Irwan mengatakan, Pemprov Sumatera Barat saat ini sedang mengembangkan kawasan industri yang berlokasi di Resor Anai, Kabupaten Kayu Tanam, untuk pengolahan dan pemasaran bubuk cokelat dan permen cokelat.

Pemprov juga menyiapkan kawasan industri untuk pergudangan, manufaktur, serta pusat bisnis dan jasa di Kabupaten Padang Pariaman.

“Setelah menyelesaikan syarat dan prosedur investasi, seperti lisensi investasi, surat informasi ketersediaan lahan, dan izin kerja, dalam tiga jam investor sudah bisa memulai bisnis di Sumatera Barat,” katanya.

Majalah Tempo, edisi 24 September – 1 Oktober 2017

Sumber: irwan-prayitno.com