Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Sabtu, 30 Mei 2015

RUMAH SAKIT memiliki View Laut Dibangun di Pessel

Pesisir Selatan, kliksiar.com – Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengungkapkan, dalam waktu dekat Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memiliki sebuah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ber-view laut.

“Jadi, ini satu-satunya Rumah Sakit di Sumbar yang punya view laut. Salut untuk Kabupaten Pessel,” katanya, dalam pidato sambutan agenda peletakan batu pertama pekerjaan pembangunan Relokasi RSUD tipe C dr Muhammad Zein Painan di lokasi baru, di Bukit Kabun Taranak Kenagarian Painan Selatan Kecamatan IV Jurai, Pessel, Sumbar, Sabtu (30/5/2015).

Selain itu, tambah Irwan, langkah membangun dengan menggandeng PIP juga merupakan sebuah terobosan dan langkah yang brilian. Sebab, pembangunan bisa cepat selesai, tapi kalau tidak (masih mengandalkan dana APBD) dipastikan makan waktu lama. Apalagi, area Rumah Sakit yang berdiri di puncak Bukit ini memiliki view (pemandangan) luar biasa indah.

“Kalau boleh usul, tagline Rumah Sakit ini dipakai saja: Datang, Insya Allah Sehat. Soalnya, pasien yang tadinya sakit bisa jadi cepat sembuh kalau lihat view laut nan Indah di sini,” kata Irwan.

Berharap Naik ke Tipe B

Nasrul Abit, Bupati Pessel berharap dengan keberadaan Rumah Sakit baru ini, tipe C yang tadinya dimiliki dapat naik peringkat.

“Semoga saja dalam operasionalnya ke depan, Rumah Sakit ini bisa naik kelas jadi tipe B,” harapnya.
Menyoal fasilitas, terangnya, sudah disiapkan, khususnya melakukan penambahan dokter spesialis untuk ditempatkan di RSUD baru tersebut.

“Alhamdulillah, untuk dokter-dokter spesialis rasanya kita (Pessel) sudah mendekati lengkap. Dan, saat ini mereka pun tengah menjalani pendidikan akhir, dengan biaya ikatan dinas dari Pemkab Pessel,” kata Nasrul Abit.

Sementara itu, Kepala Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Permukiman Pessel, Era Sukma Munaf menyebutkan, proyek pembangunan Relokasi RSUD tipe C dr Muhammad Zein Painan bernilai kontrak Rp94.178.900.000 (termasuk PPN 10 %).

Nomor kontrak 08/PPK-PB1/Perkim/T-DAU/Pjtarkim-PS/V/2015 Tahun Anggaran 2015 – 2016 (Tahun Jamak), dengan Tanggal Kontrak 18 Mei 2015 dan waktu pelaksanaan 390 Hari Kalender (180 Hari Pemeliharaan).

“Proyek ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk, KONSULTAN PT Virama Karya (Persero), dan PERENCANA PT Pandu Persada,” kata Era Sukma Munaf.

Seperti dilansir sebelumnya, Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI mengucurkan pinjaman kepada Pemkab Pessel, Sumbar sebesar Rp99 Miliar.

Pinjaman tersebut untuk pembangunan, dan pengadaan Alat Kesehatan RSUD dr Muhammad Zein di Bukit Kabun Taranak, Kenagarian Painan Selatan, Kecamatan IV Jurai.

Pengesahan pinjaman, ditandai dengan dilakukannya penandatanganan MoU antara pihak PIP dengan Pemkab Pessel pada Rabu (23/7/2014) di Gedung Pertemuan DPRD Pessel Painan, yang dihadiri oleh Bupati Pessel, Ketua DPRD Pessel, dan instansi terkait.

Soritaon Siregar, Kepala Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kementerian Keuangan RI menyebut, persetujuan pemberian pinjaman dilakukan setelah pihaknya melakukan proses analisa kelayakan komprehensif beberapa waktu lalu.

PIP, ucapnya, bersedia memberikan pinjaman untuk kegiatan yang terdiri dari pembangunan fisik RSUD Rp96 miliar, dan pengadaan Alkes Rp3 miliar.

Beberapa hal yang dijadikan pertimbangan dalam pemberian pinjaman ini, adalah lokasi RSUD dr Muhammad Zein saat ini termasuk wilayah rawan tsunami, kondisi bangunan belum mengadopsi konstruksi tahan gempa, serta terbatasnya kapasitas pelayanan.

Harapannya, dengan dibangunnya RSUD di lokasi baru nanti (di Bukit Kabun Taranak Kenagarian Painan Selatan Kecamatan IV Jurai), akan meningkatkan kualitas pelayanan. Dan, lokasinya juga diyakini aman dari zona tsunami.

Menyoal pinjaman tambahnya, diberikan dengan jangka waktu 5 tahun, termasuk masa tenggang (grace period) selama 18 bulan.

“Bunga pinjaman sebesar 9,5 persen per tahun,” kata Soritaon Siregar.

PIP merupakan lembaga di bawah Kementerian Keuangan RI yang dibentuk dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) Nomor 1005/KMK.05/2006 tanggal 20 Desember 2006 tentang Penetapan Badan Investasi Pemerintah pada Departemen Keuangan sebagai Instansi Pemerintah yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum.

Ruang lingkup investasi PIP, meliputi investasi jangka panjang berupa pembelian surat berharga, pembelian saham, dan pemberian utang, serta investasi langsung yang meliputi penyertaan modal, dan pemberian pinjaman.

Dalam menjalankan fungsinya, PIP berperan sebagai katalis dalam percepatan pembangunan infrastruktur yang dapat bersinergi dengan lembaga keuangan dalam maupun luar negeri.  (kt)

kliksiar.com 30 Mei 2015

Jumat, 29 Mei 2015

Pemprov Sumbar Siap Tampung Imigran Rohingnya

Padang, Obsessionnews – Nasib pengungsi yang dialami warga Rohingya di Aceh mengetuk hati pemerintah demi rasa kemanusiaan untuk menampung mereka secara terbuka. Sikap pemerintah terbuka secara menyeluruh dari pusat hingga ke daerah.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) tidak akan melarang jika warga Rohingya berkeinginan ke Sumbar. Pemerintah siap menampung mereka yang berada di pampungan Aceh, apabila penampungan di sana ingin dipindahkan ke Sumbar.


“Para pengungsi ataupun para pelarian dari Myanmar kalau masuk ke wilayah Sumbar, secara kemanusiaan kita akan terima, rawat dan jaga mereka,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kepada wartawan Kamis (28/5).

Irwan Prayitno mengatakan, mereka diterima, setelah melalui prosedur yang tidak menyalahi aturan. Pihak otoritas yang berwenang menangani masalah pengungsi, diminta terlebih dahulu untuk menindaklanjutinya.

Meski persiapan berupa tempat penampungan belum tersedia, demi kamunisiaan Pemprov Sumbar siap menampung warga Rohingya. Terkait pembiyaan, pemerintah akan mengupayakan melalui dana yang tertampung di Badan Amil Zakat (BAZ). (Musthafa Ritonga)
 
obsessionnews.com 29 Mei 2015

Jumat, 22 Mei 2015

Gubernur Pembina Pengelola Zakat Sangat Baik

Gubernur Irwan Prayitno menerima penghargaan sebagai Pembina Pengelola Zakat Sangat Baik dari Menteri Agama. Penghargaan itu diberikan, karena Irwan dinilai mampu membina Baznas di Sumbar baik provinsi maupun kabupaten/kota.

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin pada Rapat Kerja Nasional dengan Baznas Provinsi dan Kabupaten/Kota se Indonesia, Selasa malam (19/5) di Jakarta.
Dari tahun ke tahun pengelolaan zakat di Sumbar terus mengalami peningkatan secara baik dalam jumlah dana maupun jumlah penyalurkan kepada para mustahik.

Hal ini terlihat dari komitmen dan keikut sertanya terhadap berbagai hal dalam pengembangan pengelolaan zakat bersama Baznas Sumatera Barat.

Pada raker tersebut, Irwan menyampaikan, jumlah penduduk miskin di Sumatera Barat dari tahun ketahun terus mengalami penurunan yang senigfikan, tahun 2010 9,44 %, 2011 9,04 %, tahun 2012 8,18 %, tahun 2013 7,86 % dan 2014 akhir turun pada 6,95 %. Angka ini lebih baik dari rata-rata nasional tahun lalu, 11,25 %.

Dari data Baznas Provinsi pada 2009 pengelolaan zakat Sumatera Barat baru berjumlah Rp.6 miliar lebih dan disalurkan Rp5 miliar lebih.

Kondisi saat itu masyarakat lebih suka menyerahkan zakat secara perorangan secara langsung kepada para mustahik yang ada dilingkungan keluarga maupun tempat tinggal mereka.

Namun tentunya potensi zakat  Sumbar  belum dapat dimaksimalkan dalam upaya menuntaskan kemiskinan. Karena ada juga sebahagian daerah miskin yang belum tersentuh dengan bantuan zakat, karena di daerah tersebut  amat sedikit sekali yang mampu berzakat.

“Karena pengelolaan zakat secara organisai Baznas ini sangat baik sekali, yang juga sesuai dengan UU Nomor 23/2011 tentang Pengelolaan  Zakat, dengan tujuan untuk, mengurangi angka kemiskinan, meningkatkan ibadah umat dalam menjalankan syariat Islam, mencerdaskan kehidupan bangsa, perannya dalam tanggap darurat dan rehabilitasi akibat bencana dan perananya dalam menuju Sumbar Sehat,” sebut Irwan.

Menyikapi kondisi pada 2010, ada beberapa Bupati Walikota yang memiliki inisiatif melakukan pengintensifan pengelolaan zakat secara lebih lebih baik, sehingga ada peningkatan menjadi  Rp37 miliar lebih dan 2011 meningkat lagi menjadi Rp46 miliar lebih.

Memahami kebijakan dalam potensi pengelolaan zakat masyarakat tersebut, pemprov menindaklanjuti dengan mengeluarkan surat edaran kepada kepala SKPD dilingkungan pemprov.
Pada April 2012, Irwan mengeluarkan surat edaran kepada Kepala-Kepala SKPD perihal Keputusan Komisi Fatwa MUI Sumbar tentang Zakat Gaji PNS.

Pada 2012 penerima zakat Baznas se Sumbar meningkat cukup baik Rp73 miliar lebih. Pada 2013 Rp82 miliar lebih, pada 2014 Rp87 miliar lebih.

Untuk di lingkungan Pemprov. Pada 2010 Rp794 juta lebih, di 2011 Rp965 juta lebih, pada 2012 menjadi Rp4 miliar lebih, dan 2013 Rp5 miliar lebih serta pada 2014 menajdi Rp 6 miliar lebih.
“Tahun ini, Baznas Provinsi Sumbar mentargetkan penerimaan zakat Rp98 miliar lebih,” ungkapnya.

Irwan Prayitno juga menyampaikan, program zakat mengurangi kemiskinan, menurut data BPS penduduk miskin di Sumbar pada 2014, sekitar 7,35 persen dari jumlah penduduk 4.957.719  atau 364.392 jiwa.

Data Baznas 2014, penerimaan zakat Rp87 miliar lebih, didistribusikan Rp74 miliar lebih. Jumlah mustahik (penerima zakat) 75.269 orang, rata-rata penerimaan Rp992.000/perorang.

“Artinya pada 2014 Baznas sudah memberikan zakat untuk 20,65 persen penduduk miskin/mustajik,” ulasnya.

Ketua Baznas Syamsul Bahri Khatib juga menyampaikan, keberadaaannya Baznas Sumbar telah mencapai kemajuan yang signifikan, terlihat dengan makin meningkatnya jumlah penerimaan zakat dari muzaki yang terkumpul atas dorongan pemerintah daerah baik pada tingkat provinsi ataupun pemerintah kabupaten dan kota, juga pendayagunannya telah membawa perubahan dalam upaya peningkatan ekonomi mustahik.

Dengan penghargaan ini yang diberikan Menteri Agama kepada gubernur dan beberapa bupati/wali kota, Baznas Sumatera Barat menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih.

“Kita menyadari belum semua masyarakat wajib berzakat membayarkan zakatnya melalui Badan Amil Zakat, maka tangan dinginnya pemerintah dapat mendorong para hartawan di daerah ini dan instansi pemerintah yang belum membayarkan zakatnya melalui Baznas dapat menbayarkan zakatnya tersebut,” ujarnya. (104)

Singgalang 22 Mei 2015

Minggu, 17 Mei 2015

Pembangunan Jalan & Jembatan Berkelanjutan: Melampaui Target Nasional




Gb 1. Jalan Alai By Pass di Kota Padang. Gb 2. Jalan Bungo Tanjung-Teluk Tapang. 3. Jalan Monumen Bela Negara di Kab. 50 Kota. Gb 4. Jalan Ujung Gading-Pegambiran-Batas Sumut di Kab. Pasaman Barat. Gb 5. Jalan Surantih-Kayu Aro-Langgai di Kab. Pesisir Selatan. Gb 6. Jalan Kumanis-Unggan-Batas Tanah Datar di Kab. Sijunjung. Gb 7. Jalan Pintu Angin-Lubuk Saiyo di Kab. Solok. Gb 8. Jalan Pasilihan Padang Ganting di Kab. Tanah Datar. Gb 9. Jalan Menuju TPA Sampah Regional di Kota Payakumbuh. 10. Jalan Padang Koto Gadang-Matur-Palembayan di Kab. Agam. Gb 11. Jalan Nipah-Teluk Bayur di Kota Padang. Gb 12. Jalan Taluak Kabung-Mandeh-Tarusan di Kota Padang dan Kab. Pesisir Selatan. Gb 13. Jembatan Batu Busuk di Kota Padang. Gb 14. Jembatan Beringin di Kota Padang. Gb 15. Jembatan Berok Siteba di Kota Padang. Gb 16. Jembatan Subang-Subang di Kab. Agam. Gb 17. Jembatan Batang Piaman di Kab. Padang Pariaman. Gb 18. Jembatan Bayang di Kab. Pasaman Barat. Gb 19. Jembatan Bukik Kandung di Kab. Solok. Gb 20. Jembatan Lubuk Ulang-Aling di Kab. Solok Selatan. Gb 21. Jembatan Rantau Panjang di Kab. Pasaman Barat. Gb 22. Jembatan Kuranji-Durian Tarung di Kota Padang. Gb 23. Jembatan Lingkar Unand di Kota Padang. Gb 24. Jembatan Purus di Kota Padang. Gb 25. Jembatan Sikabau di Kab. Pasaman Barat. Gb 26. Jembatan Talao di Kab. Solok.

Panjang jalan di Provinsi Sumatera Barat terdiri dari : 1. Jalan Kabupaten 16.801 km. 2. Jalan Provinsi dan Strategis Provinsi 2.157 km. 3. Jalan Nasional dan Strategis Nasional 1.480 km. Pada periode Tahun Anggaran 2010-2015, PEMERINTAH PUSAT telah menargetkan kemantapan jalan sebagai parameter pengukuran keberhasilan penanganan jalan bagi masyarakat penggguna jalan. Yaitu target kemantapan JALAN NASIONAL di akhir tahun 2015 adalah 92%, dan target kemantapan JALAN PROVINSI di akhir tahun 2015 adalah 65%. Sumatera Barat sampai dengan akhir tahun 2014 telah melampaui target nasional dalam pembinaan jalan raya dimana untuk realisasi jalan nasional sebesar 98%. Sedangkan untuk jalan provinsi realisasinya sebesar 87%.

Pencapaian target tersebut didukung dana pemeliharaan jalan nasional Rp409.876.392.631 dan jalan provinsi Rp166.951.585.387. Sedangkan dana peningkatan jalan nasional sebesar Rp2.943.406.644.434 dan jalan provinsi Rp455.977.971.416. Sementara untuk dana pembangunan baru jalan nasional sebesar Rp1.179.257.134.000 dan jalan provinsi Rp660.055.727.238. Total untuk jalan nasional Rp 4.534.540.171.065 dan jalan provinsi Rp1.282.985.284.041. Dana tersebut termasuk untuk jembatan.

Mengingat jalan berfungsi sebagai perekat antar wilayah, maka Pemerintah Provinsi juga membantu Kota dan Kabupaten dalam pembinaan jalan dengan ikut membangun jalan dan jembatan selama periode 2010 s/d 2015, antara lain :

A. JALAN

1.Jalan Duku-Sicincin di Kabupaten Padang Pariaman (15,50 km; Rp. 39.667.217.890). 2. Jalan Nipah-Teluk Bayur di Kota Padang (5,95 km; Rp. 12.484.713.000). 3. Jalan Rao-Rokan (Bts Riau) di Kab. Pasaman (12,00 km; Rp. 18.371.164.000). 4. Jalan Taluak Kabung-Mandeh-Tarusan di Kota Padang dan Kab. Pesisir Selatan (26,72 km; Rp. 77.167.995.400). 5. Jalan Bungo Tanjung-Teluk Tapang (11,86 km; Rp. 13.033.688.000). 6. Jalan Kumanis-Unggan-Batas Tanah Datar di Kab. Sijunjung (5,00 km; Rp. 2.484.845.000). 7. Jalan Pintu Angin-Lubuk Saiyo di Kab. Solok (3,18 km; Rp. 19.544.027.750). 8. Jalan Tugu Coklat-Parit Malintang di Kab. Padang Pariaman (3,10 km; Rp. 14.088.727.000). 9. Jalan Monumen Bela Negara di Kab. 50 Kota (4,02 km; Rp. 7.644.228.250). 10. Jalan Lingkar Timur di Kota Padang (3,60 km; Rp. 11.822.060.000). 11. Jalan Ujung Gading-Pegambiran-Batas Sumut di Kab. Pasaman Barat (20,00 km; Rp. 15.460.195.000). 12. Jalan Pantai di Kota Padang (6,28 km; Rp. 13.341.684.600). 13. Jalan Alai By Pass di Kota Padang (4,80 km; Rp. 16.231.255.700). 14. Jalan Surantih-Kayu Aro-Langgai di Kab. Pesisir Selatan (14,50 km; Rp. 6.003.389.000). 15. Jalan Padang Koto Gadang-Matur-Palembayan di Kab. Agam (6,00 km; Rp. 16.549.663.250). 16. Jalan Menuju TPA Sampah Regional di Kota Payakumbuh (2,00 km; Rp. 3.681.584.000). 17. Jalan Pasilihan Padang Ganting di Kab. Tanah Datar (3,98 km; Rp. 14.400.033.000). 18. Jalan Palupuh-Pa Gadih-Koto Tinggi di Kab. Agam (1,50 km; Rp. 5.000.000.000). 19. Jalan Lubuk Sikaping-Talu di Kab. Pasaman (7,50 km; Rp. 20.955.628.250).
Panjang total jalan yang dibangun 157,27 Km dengan total biaya Rp.327.932.099.090

B. JEMBATAN

1. Jembatan Kurao Siteba di Kota Padang (48,00 m; Rp. 2.312.625.000). 2.Jembatan Taeh Baruah di Kab. 50 Kota (60,00 m; Rp. 1.021.412.500). 3. Jembatan Purus di Kota Padang (80,00 m; Rp. 23.361.847.350). 4. Jembatan Berok Siteba di Kota Padang (80,00 m; Rp. 6.215.110.284). 5. Jembatan Beringin di Kota Padang (50,00 m; Rp. 10.480.466.029). 6. Jembatan Kuranji-Durian Tarung di Kota Padang (160,00 m; Rp. 31.936.995.089). 7. Jembatan Mangilang di Kab. 50 Kota (18,00 m; Rp. 1.302.834.600). 8. Jembatan Batang Piaman di Kab. Padang Pariaman (70,00 m; Rp. 13.160.414.934). 9. Jembatan Rantau Panjang di Kab. Pasaman Barat (187,00 m; Rp. 29.018.320.980). 10. Jembatan Lubuk Ulang-Aling di Kab. Solok Selatan (100,00 m; Rp. 16.777.093.000). 11. Jembatan Sumpur di Kab. Pasaman (60,00 m; Rp. 1.408.408.000). 12. Jembatan Lambung Bukik di Kab. Pesisir Selatan (80,00 m; Rp. 3.067.227.000). 13. Jembatan Bukik Kandung di Kab. Solok (60,00 m; Rp. 9.317.522.476). 14. Jembatan Pasir Jambak di Kota Padang (60,00 m; Rp. 3.255.733.713). 15. Jembatan Lingkar Unand di Kota Padang (60,00 m; Rp. 8.357.812.908). 16. Jembatan Subang-Subang di Kab. Agam (45,00 m; Rp. 3.409.085.887). 17. Jembatan Arai Pinang di Kota Padang (15,00 m; Rp. 3.057.424.498). 18. Jembatan Batu Busuk di Kota Padang (55,00 m; Rp. 11.276.556.499). 19. Jembatan Talao di Kab. Solok (60,00 m; Rp. 10.229.998.400). 20. Jembatan Batu Rijal di Kab. Dharmasraya (150,00 m; Rp. 32.941.839.580). 21. Jembatan Bayang di Kab. Pasaman Barat (40,00 m; Rp. 4.093.401.750). 22. Jembatan Sikabau di Kab. Pasaman Barat (120,00 m; Rp. 12.280.205.250). 23. Jembatan Padang Tarok di Kab. Sijunjung (160,00 m; Rp. 13.556.739.250). 24. Jembatan Titian Dalam di Kab. 50 Kota (50,00 m; Rp. 293.283.000). 25. Jembatan Pincuran Gadang di Kab. Agam (50,00 m; Rp. 424.832,000). 26. Jembatan Jujuan di Kab. Dharmasraya (60,00 m; Rp. 798.600.000). 27. Jembatan Gantung Rawang Sari di Kota Solok (50,00 m; Rp. 175.852.000). 28. Jembatan Gantung di Kab. Pesisir Selatan (50,00 m; Rp. 268.139.000).
Panjang total jembatan yang dibangun 2078 m dengan total biaya Rp.253.799.834.977
 
www.facebook.com/irwanprayitnomendengar

Selasa, 12 Mei 2015

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Islamic Center dan Asrama Haji

Padang – Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin meletakkan batu pertama pembangunan Asrama Haji dan dan Islamic Center bartaraf internasional di Nagari Sungai Buluh, Kec. Batang Anai, Kab. Padang Pariaman, Senin (11/5).

Turut hadir juga Gubernur, Wagub, Bupati Padang Pariaman beserta jajaran, serta undangan penting lainnya.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Menag RI, karena kunjungan ini adalah kunjungan kedua kali nya ke Padang Pariaman.

Kemudian Ali Mukhni menyampaikan rasa syukur atas pembangunan ini, karena sudah menjadi penantian selama 15 tahun kebelakang.

“Alhamdulillah, hal tersebut bisa terwujud pada hari ini, dan ini akan menjadi idaman bagi masyarakat sumbar dan padang pariaman”,sebut Bupati.

Sementara Gubernur dalam sambutannya juga mengucapkan terimaaksih kepada Menag RI, karena ini adalah bukti perhatian dan dukungan nyata terhadap Sumbar.

“Kami akan siap menjalankan dan menjaga amanah yang telah diberikan kepada kami”, kata Irwan Prayitno dihadapan 2.000 undangan yang hadir.

Gubernur juga menyinggung sedikit tentang dipilihnya Padang Pariaman sebagai tempat pembangunan asrama haji dan Islamic Center, padahal juga ada beberapa Kab/Kota yang menginginkan.

“Memang ada beberapa Kab/Kota yang mengajukan, namun Padang Pariaman lah yang paling siap dan mampu memenuhi syarat-syaratnya”, terang Gubernur.

Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan terimakasih  kepada seluruh pihak, terutama masyarakat yang telah berperan penting dalam pembangunan ini, terutama dalam pembebasan tanah.
“Bagi beberapa masyarakat yang masih belum terselesaikan hak-hak nya, Pemerintah Padang Pariaman dan Provinsi bertanggung jawab atas hal itu dan akan segera kami selesaikan”, katanya.
Sebelum peletakan batu pertama dilaksanakan, Menag menjelaskan bahwa pembangunan ini merupakan salah satu perwujudan dari Undang-Undang No.13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji, yang salah satu nya pembangunan, pengembangan dan peningkatan pelayanan dalam bentuk sarana dan prasarana nya.

“Bangunan ini dibangun dengan biaya sekitar 800 M, dan Insya Allah akan rampung 2 tahun ke depan”, harapnya.

Lebih lanjut lagi, Lukman Hakim Saifuddin menginginkan hasil dari pembangunan ini tidak hanya berguna sewaktu musim haji saja, namun juga harus mampu dimanfaatkan sebaik mungkin demi pembinaan dan pengembangan keimanan umat islam.

“Maka itulah dibangun asrama haji dan sekaligus islamic center, dan pembangunan secara serentak ini baru pertama kali di Indonesia”, terang Menag.

Sebelum mengakhiri sambutannya, Menag berharap kepada seluruh aspek, setelah selesai pembangunan ini agar dijaga dan dipelihara.

“Namun yang lebih penting, jangan hanya megah dan indah, namun sepi dari keberadapan dan keberadaan umat”, tutupnya. [admin]

tentanggubernursumbar.wordpress.com 12 Mei 2015

Sabtu, 09 Mei 2015

Kondisi Jalan di Sumbar Lampaui Target Nasional

Padang, Obsessionnews – Target Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun 2015 ini, seluruh jalan di Sumbar kondisinya mantap terwujud sesuai dengan rencana bahkan melebihi dari target nasional.

Secara nasional, kondisi infrastruktur jalan provinsi mencapai 65 persen dan infrastruktur jalan nasional seikitar 90 persen. Kondisi jalan provinsi di wilayah Prov Sumbar seluruhnya sudah mantap yaitu sudah mencapai 87 persen. Demikian juga dengan kondisi jalan nasional yang ada di wilayah Sumbar sudah melebihi target nasional, yaitu 98 persen.


“Jadi kalau jalan, kondisinya di Sumbar sudah melampaui target nasional. Jauh kita. Jauh dari target rata-rata nasional. Target nasional jalan provinsi 65 persen, kita sudah 87 persen. Begitu juga jalan nasional yang ditargetkan 90 persen, kita sudah mencapai 98 persen,” kata Kepala Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman Provinsi (Prasjaltarkim) Sumbar, Suprapto kepada obsessionnews.com, Jum’at (8/5).’

Percepatan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Sumbar utamanya sejak lima empat tahun belakangan. Dinas Prasjaltarkim Prov Sumbar, menargetkan hingga akhir 2015, kondisi jalan provinsi di seluruh wilayah Sumbar, sudah mencapai 90 persen dan kondisi jalan nasional mencapai 100 persen.

Suprapto mengatakan, komitmen kepala daerah berikut dukungan anggota Dewan DPRD dinilai sangat menentukan untuk proses percepatan program pembangunan, termasuk bidang prasarana jalan. Dengan komitmen dimaksud, pemerintah melakukan upaya perbaikan dan peningkatan jalan dari jalan kabupaten/kota menjadi strategis provinsi.

Disamping itu, pemerintah tengah memprogramkan pembangununan jalan dan jembatan sebagai program strategis di wilayah itu, seperti terowongan Balingka, Kabupaten Agam sepanjang 1,1 kilometer berikut jembatan layang sepanjang 400 meter. Kemudian Jembatan Sungai Dareh, Kabupaten Dharmasraya yang tahun ini peresmian pembangunannya akan dilaksanakan.

“Sesungguhnya Sumatera Barat sangat beruntung. Banyak proyek-proyek nasional bidang jalan dan jembatan yang dikerjakan di Sumbar, karena pemerintah bersama legislatif proaktif,” sebut Suprapto.
Sementara itu, peningkatan jalan kabupaten dan kota menjadi jalan strategis provinsi. pembangunan jalan strategis provinsi yang tengah dikerjakan sepanjang 960 kilometer, terdapat di seluruh wilayah kabupaten/kota di Sumbar.

Suprapto mengatakan, Pemprov Sumbar membangun jalan startegis provinsi, tujuannya, selain memperlancar akses transportasi barang dan angkutan umum, juga untuk meningkatkan potensi yang tersedia di wilayah sekitar.

Seperti, jalur Carocok- Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, ditingkatkan menjadi strategis provinsi untuk percepatan pengembangan kawasan mandeh sebagai Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) di Sumbar.
Sama halnya dengan jalur Padang Aro- Sungai Dareah, Kabupaten Dharmasraya untuk mempercepat pembangunan di wilayah itu, sebagai daerah penghasil sawit di Sumbar.
Suprapto berharap, dengan dukungan dan komitmen kepala daerah bersama anggota DPRD Sumbar, kondisi seluruh jalan yang ada di Sumbar dapat tercapai akhir 2015 sebagaimana ditargetkan sebelumnya. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews.com 9 Mei 2015

Jumat, 08 Mei 2015

IP Didukung Penuh Partai Gerindra

PADANG, HALUAN — Langkah politik incumbent Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP) untuk maju lagi sebagai Gubernur Sumbar, nampaknya semakin mulus. Walau Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang ditumpanginya tidak bisa mengusung sendiri pasangan Cagub-Cawagub, namun IP sudah mendapat dukungan penuh dari Partai Gerindra.

Wakil Ketua Umum DPP Par­tai Gerindra Fadli Zon terang-terangan mengakui, jika pasangan Irwan Prayitno dengan Bupati Pesisir Selatan Nasrul Abit (NA) akan diusung partainya. “Sudah mengarah ke arah itu (Irwan Prayitno-Nasrul Abit). Nanti akan ada ad­mi­nistrasinya,” kata Fadli Zon beberapa waktu lalu.

Fadli Zon menyebutkan bahwa Partai Gerindra akan terus memperkuat komunikasi dengan parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP). “Kita upayakan, KMP tetap solid hingga ke bawah. Minimal, untuk sebagian pilkada. Yang diperjuangkan bukan ke­kuasan, tapi bagaimana kekuasan itu memperbaiki yang ada,” ujarnya.

Soal bantuan DPP Partai Gerindra untuk biaya kampanye para calon kepala daerah, Fadli Zon mengatakan sedang dalam pembicaraan DPP. Tapi dia menepis ketika ditanya apakah para calon yang maju dari Gerindra harus bayar mahar politik. “Tidak ada mahar di Gerindra,” sebutnya.

Sebelumnya, IP sempat membantah rumor ‘perkawinan’ dirinya dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit (NA), sebagai paket pasangan cagub/ cawagub yang akan dipersandingkan menuju pertarungan Pilgub Sumbar, Desember 2015.

“Belum ada kepastian dan kesepakatan soal itu (perkawinan dengan NA), dijodoh-jodohkan mungkin iya. Lagian, ini belum saatnya bicara soal pendamping. Karena posisi saya saja belum jelas, apakah kembali akan diberikan mandat oleh partai atau tidak. Kita lihat saja perkembangannya. Pada intinya, saya siap dipasangkan dengan siapa saja jika memang partai memberi amanah. Yang terpenting, harus sama-sama satu visi dan pandangan untuk Sumbar yang lebih baik dan sejahtera,” kata IP menjawab Haluan, Selasa (28/4) lalu.

Meski DPP PKS sudah memberikan sinyal untuk mengusung kembali dirinya pada Pilgub Sumbar nanti, namun IP sepertinya tak mau sesumbar. Diakui, saat ini dirinya masih menunggu mandat dan pengakuan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya belum bisa beri kepastian, tak mau sesumbar. Kita tunggu saja. Lagian, saya juga masih fokus bekerja di waktu yang tersisa ini,” ujar IP.
IP juga tak menampik jika namanya kerap disebut-sebut Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon kuat yang akan diusung PKS. Untuk hal tersebut, IP menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan persoalan itu kepada partai. “Ya, memang benar. Tapi itu kan sifatnya lisan. De jure-nya kan belum. Politik itu kan dinamis. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkas IP. (h/yan/net)

harianhaluan.com 8 Mei 2015

Selasa, 05 Mei 2015

Pilkada Tanah Datar, PKS Usung Sulthani

BATUSANGKAR -Pemilihan kepala daerah (pilkada) Tanah Datar pada pekan pertama Desember 2015 ini, diprediksi bakal berlangsung seru. Nama-nama beken dan legislator Sumbar banyak yang bakal turun gelanggang merebut posisi BA 1 E dan BA 5 E, sebutan untuk jabatan bupati dan wakil bupati Tanah Datar.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang selama ini terkesan diam, kini memperkenalkan kepada publik nama yang akan mereka usung. Bakal calon itu berasal dari internal partai. Namanya sudah amat dikenal di blantika politik Ranah Minang. Itulah dia H. Sulthani.

“Setelah kita lakukan penjaringan internal dan pemilihan raya (pemira), untuk bakal calon kepala daerah di Tanah Datar periode 2015-2020, pilihan jatuh kepada Sulthani. Beliau kini tercatat sebagai anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ade Raunas, salah seorang pengurus PKS Tanah Datar, Selasa (5/5), di Batusangkar. (musriadi)

hariansinggalang.co.id 5 mei 2015

Senin, 04 Mei 2015

Pilgub, Gerindra Mantap Dukung Irwan Prayitno

SARILAMAK – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon tadi malam mengatakan, partainya bakal mengusung Irwan Prayitno pada pemilihan gubernur nanti. Kandidat wagubnya disebut-sebut Bupati Pessel Nasrul Abit (NA). “Mengarah ke sana. Tinggal administrasinya,” ucap dia.

Partai Gerindra menurut Fadli, akan terus memperkuat komunikasi dengan parpol-parpol anggota Koalisi Merah Putih (KMP). “Kita upayakan, KMP tetap solid hingga ke bawah. Minimal, untuk sebahagian pilkada. Walau bukan seluruhnya. Yang diperjuangkan bukan kekuasan, tapi bagaimana kekuasan itu memperbaiki yang ada,” ujar Fadli.

Disinggung soal biaya politik yang harus disiapkan kandidat kepala daerah dari Gerindra, Fadli mengaku, di partainya tidak ada “mahar politik”. (bayu)

hariansinggalang.co.id 4 Mei 2015

Gubernur Irwan Ajak Pemuda Sumbar Hidupkan Budaya Wirausaha

PADANG (1/5) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengatakan Orang Minang memiliki budaya berdagang dan berwirausaha yang harus dihidupkan lebih baik. Apalagi jika orang tersebut sudah menyandang gelar sarjana, maka ia perlu mengembangkan kreativitas diri dalam aktivitasnya.
Irwan menyampaikan hal itu dalam Pembekalan Teknik Kakao, Kopi, dan Kelapa kepada para mahasiswa Universitas Andalas (Unand) yang sedang mengikuti Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di Aula Balai Benih Induk (BBI) Lubuk Minturun Padang, Jumat (1/5). 
“Jika kita menghukum diri kita untuk bekerja sebagai PNS atau bekerja pada perusahaan akan mematikan dinamika hidup kita untuk kemandirian hidup, karena selalu memperhatikan pengumuman pendaftaran pembukaan lapangan kerja. Sebagai tamatan pendidikan bidang pertanian, perkebunan, dan peternakan, seharusnya kita mampu menciptakan lapangan kerja itu sendiri dengan potensi dan lahan yang cukup baik di daerah ini,” katanya.
Irwan mengungkapkan beberapa komoditi perkebunan yang menjadi unggulan Sumatera Barat antara lain kakao, kopi, dan kelapa. Ketiganya menjadi prioritas pemerintah daerah dalam setiap rancangan dan pelaksaan program kerja.
“Lebih dari 3 juta batang bibit unggul setiap tahunnya diberikan secara gratis kepada masyarakat dan petani, baik melalui dana APBD maupun dana APBN, kepala sawit, kelapa, kakao, kopi, pala, dan cengkeh,” ungkapnya.
Sampai tahun 2014, lanjut Irwan, luas tanam kakao di Sumbar mencapai 154.129 ha, kelapa sawit 374.337 ha, kopi arabika 21.794 ha, kelapa 91.438 ha. Namun, hasil produksi komoditas-komoditas itu masih belum optimal. Menyadari hal itu, Irwan mengajak masyarakat untuk menunjang perbaikan tanaman perkebunan dengan meningkatkan kualitas dan keterampilan petani dalam mengelola kebun. 
“Di Sumbar saat ini kita melakukan kerjasama dengan Swisscontack untuk komoditi kakao pada 3 kabupaten/kota, yang tentunya akan dapat mendorong mempercepat perbaikan pengelolaan kebun kakao yang dimiliki petani. Dan hari ini kita kukuhkan “Forum Kakao Sumatera Barat” yang diharapkan nantinya akan dapat membantu serta aktif melakukan pendampingan bagi petani dalam keberlanjutan komoditi kakao,” pesannya. 
Irwan berharap kemajuan di bidang pertanian dan perkebunan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat. “Mudah-mudah dengan kemajuan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan petani, kita secara perlahan-lahan akan dapat menurunkan angka kemiskinan di daerah ini secara sinigfikan,” harapnya.
kabarpks.com 4 Mei 2015

Minggu, 03 Mei 2015

Sumbar Bantu 400 Mustahik

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG — Gubernur Irwan Prayitno menyerahkan zakat dari Baznas Provinsi Sumatera Barat kepada 400 orang mustahik yang sudah memenuhi syarat terhadap program Sumbar Makmur, serta juga telah ditinjau langsung ke lokasi oleh tim Baznas Provinsi, Jum’at sore (1/5) di Masjid Nurul Iman Padang.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Baznas Provinsi Sumbar, Prof. Dr. Syamsul Bahri Khatib dan pengurus lainnya. Gubernur Irwan Prayitno menyampaikan ini merupakan penditribusian ke II dalam awal tahun ini, mudah-mudah kegiatan ini mampu memotivasi masyarakat miskin kita untuk bergerak dan berbuat lebih baik lagi dalam meningkatkan kesejahteraan hidup mereka.

Dari laporan panitia Baznas, bahwa penerima zakat ini telah dilakukan peninjauan lapangan secara baik, sehingga layak menerima zakat, sesuai dengan aturan dan keketentuan dalam Al Qur’an dan Sunnah. Ini sesuatu yang membahagiakan kita, bagaimana pemerintah, Baznas dan masyarakat saling berbagi dan saling peduli membantu sesama melalui amaliah zakat.

Oleh karena itu bagi penerima amanah zakat ini agar melaksanakan amanah zakat ini secara baik, jangan disalahgunakan, sehingga apa yang kita inginkan akan dapat berkah dan hidayah dari Allah SWT, ujarnya. Irwan Prayitno juga menanyakan tentang BPJS, dan masih saja ada masyarakat miskin yang belum mendapatkan BPJS, bagi yang belum agar baznas dapat juga mendata, sehingga masyarakat miskin kita dapat juga terlayani dalam bidang kesehatannya.

Karena dari data sementara Sumatera Barat kartu BPJS telah tersebar lebih kurang 77 persen penduduk, untuk itu mari kita lengkapi pelayanan BPJS ini kepada masyarakat miskin sehingga, benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat hendaknya, harapnya.

Dari laporan Baznas Provinsi Sumatera Barat, 400 orang yang menerima ini terbagi dalam, Sumbar Makmur bantuan berupa uang untuk 193 orang, berupa barang 8 orang. Sumbar Cerdas, orang tua mahasiswa yang tidak mampu 160 orang, Sumbar Iman dan taqwa 8 orang, Sumbar Sehat 6 orang, Sumbar Peduli 6 orang. Sementara dana total zakat yang dikeluarkan sebesar Rp. 750 juta.

republika.co.id 3 Mei 2015

Pusat Kebudayaan Sumbar, Perpaduan Modern dan Tradisional

Padang, Obsessionnews – Taman Budaya dibangun lebih dari sekedar tempat untuk ruang latihan/ workshop tari, musik, drama, sandiwara dan puisi serta ruang seminar, juga memiliki nilai kearifan lokal yang berkembang dalam kultur masyarakat Minang.

Gedung seluas 23.000 meter per segi yang mirip kapal itu dibangun berarsitek modern dengan konsep mempertahankan kultur lokal. Gedung yang terdiri dari 3 bagian, yaitu ber arsitektur tradisional, modern dan post modern.

Bangunan menyerupai kapal yang berada di kawasan objek wisata terpadu Pantai Padang, sebagai perwujudan ber arsitektur post modern yang siap berlayar mengarungi samudera.

Bangunan yang memiliki nilai kearifan lokal tergambar dari tiga pilar bangunan yang menjulang tinggi ke atas, yaitu sebagai tigo tungku sajarangan merupakan unsur kepemimpinan ninik mamak, kepemimpinan alim ulama dan kepemimpinan cerdik pandai.

“Tiga bangunan bagonjong itu, ninik mamak, alim ulama dan cerdik pandai. Jadi pas dengan kultur budaya kita,” kata Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno saat dihubungi obsessionnews.com Minggu (3/5).

Pekerjaan proyek bangunan gedung dimulai 10 April 2015 yang ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.

Bangunan gedung menggambarkan tiga pilar, dimana bangunan utama sebagai center point merupakan perpaduan bentuk atap gonjong dengan kubah masjid, sebagai simbol masyarakat Minang yang religious.

Fasilitas yang tersedia diantaranya, kantor pengelola, perpustakaan, ruang latihan/ workshop tari, workshop drama/sandiwara/puisi, workshop mussik, ruang seminar/diskusi, auditorium, gallery , ruang pameran/umum, dan cineplex. Fasilitas penunjang akan dibangun seperti lobby/receptionist/ informasi, masjid/mushola, restoran/ café, fitness centre, music room, uusat oleh-oleh, medan bapaneh, play ground, toilet, security dan parkir.

Irwan Prayitno berharap pembangunan gedung bisa segera selesai sehingga para budayawan, sanggar dan seni bisa berkreasi. Gubernur Sumbar ini menambahkan, gedung tersebut juga berfungsi sebagai shelter untuk menyelamatkan diri apabila terjadi gempa yang diiringi stunami.

Disamping itu juga difungsikan sebagai tempat parkir, sehingga pengunjung yang datang berwisata ke Pantai Padang tidak lagi memarkir kendaraan di sepanjang badan jalan. Pengunjung yang datang berwisata dapat menikmati keindahan pantai dengan berjalan kaki. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews 3 Mei 2015