Penghargaan Energi Nasional 2012

Gubernur Sumbar menerima Penghargaan Energi dari Menteri ESDM Jero Wacik

Investment Award 2011

Gubernur Sumbar menerima penghargaan dari pemerintah pusat sebagai provinsi terbaik bidang penanaman modal.

Menolak Kenaikan Harga BBM

Wakil Ketua DPRD Sumbar yang juga Ketua DPW PKS Sumbar ketika diwawancarai wartawan terkait demonstrasi mahasiswa yang menolak kenaikan harga BBM.

Penyalur BOS Tercepat 2012

Gubernur Sumbar mendapat penghargaan sebagai provinsi penyalur dana BOS tercepat tingkat nasional tahun 2012.

Penghargaan Lingkungan Hidup 2012

Gubernur Sumbar pada tahun 2012 kembali mendapatkan penghargaan lingkungan hidup tingkat nasional dimana pada tahun 2011 juga telah mendapat penghargaan yang sama.

Pages

Rabu, 29 April 2015

IP Bantah ‘Perkawinan’ dengan NA

PADANG, HALUAN — Petahana Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (IP) yang disebut-sebut sebagai kandidat kuat yang kembali akan menduduki posisi Sumbar 1 periode 2015-2020 mendatang, membantah rumor ‘perkawinan’ dirinya dengan Bupati Pessel, Nasrul Abit (NA) sebagai paket pasangan cagub/ cawagub yang akan dipersandingkan menuju pertarungan Pilgub Sumbar, Desember 2015.

“Belum, belum ada ke­pastian dan kesepakatan soal itu (perkawinan dengan NA), dijodoh-jodohkan mungkin iya. Lagian, ini belum saatnya bicara soal pendamping. Ka­rena posisi saya saja belum jelas, apakah kembali akan diberikan mandat oleh partai atau tidak. Kita lihat saja perkembangannya.

Pada inti­nya, saya siap dipasangkan dengan siapa saja jika memang partai memberi amanah. Yang terpenting, harus sama-sama satu visi dan pandangan untuk Sumbar yang lebih baik dan sejahtera,” kata IP menjawab Haluan, Selasa (28/4).

Meski DPP PKS sudah memberikan sinyal untuk me­ngu­sung kembali dirinya pada Pilgub Sumbar nanti, namun IP sepertinya tak mau se­sum­bar. Diakui, saat ini dirinya masih menunggu mandat dan pengakuan de jure DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). “Saya belum bisa beri ke­pastian, tak mau sesumbar. Kita tunggu saja,” ujar IP.

IP juga tak menampik jika namanya kerap disebut-sebut Presiden PKS, Anis Matta, sebagai calon kuat yang akan diusung PKS. Untuk hal ter­sebut, IP menyatakan akan sepenuhnya menyerahkan per­soalan itu kepada partai. “Ya, memang benar. Tapi itu kan sifatnya lisan. De jure-nya kan belum. Politik itu kan dinamis. Kita lihat saja hasilnya nanti,” pungkas IP.

Tak Mesti dengan KMP
Ketua DPW PKS Sumbar, Trinda Farhan terpisah menga­takan, sejauh ini PKS masih terus melakukan penjajakan koalisi dengan partai-partai politik lainnya. Bahkan sebut Trinda, pihaknya juga tidak akan menutup diri untuk ber­koalisi dengan partai-par­tai yang tergabung dalam Koalisi In­do­nesia Hebat (KIH).

Menurut Trin­da, dinamika po­litik di daerah ber­beda dengan pusat. Saat ini ko­mu­ni­kasi politik sedang ber­lang­sung de­ngan partai-partai lain­nya. “Tidak mesti (berkoalisi de­ng­an partai yang tergabung dalam KMP). Dengan siapa saja, kita jalan,” ujar Trinda.

Diakui Trinda, PKS Sum­bar memang tidak membuka pendaftaran untuk menjaring balon kepala daerah. PKS sebutnya, hanya melakukan komunikasi informal dengan sejumlah bakal calon dan partai lainnya. Sementara di­sing­gung terkait digadang-gadangnya nama IP sebagai calon kuat yang kembali akan diusung PKS, Trinda juga tidak membantah hal tersebut.

“Di berbagai kesempatan pertemuan dengan DPP, Pre­siden PKS memang telah mem­­berikan sinyal ke arah itu (dukungan untuk IP). Artinya, secara de facto, IP hampir dipastikan akan men­dapat amanah untuk kembali di­usung PKS sebagai calon Gubernur Su­m­bar. Tinggal me­nunggu pengakuan de jure sesuai for­malitas,” pungkas Trinda.

Dari catatan Haluan, IP memang menjadi satu-satunya kandidat bakal calon gubernur yang paling santai dalam meng­hadapi konstelasi Pilgub Sum­bar 2015. Di saat sejumlah kan­didat disibukkan dengan akti­fitas pendaftaran diri ke se­jum­lah partai politik, IP jus­tru terkesan tak mau ambil pu­sing. Apakah IP memang ti­dak ber­niat untuk maju kem­bali. “Saya ini kan kader PKS. Secara pribadi, saya tidak bisa me­mu­tus­kan apa­kah saya akan ma­ju atau ti­dak. Karena yang na­ntinya akan menentukan itu, tetap­lah partai,” tandas IP. (h/yan)

harianhaluan.com 29 April 2015

Kamis, 23 April 2015

Sebagian Pembangunan Akibat Gempa Bumi 30 September 2009

Gempa 30 September 2009 mengakibatkan lebih dari 200.000 rumah rusak (sebagian hancur), ratusan gedung pemerintah rusak (53 hancur), puluhan infrastruktur lainnya rusak seperti jembatan, jalan, sekolah, tempat ibadah, rumah sakit, pasar, dan infrastruktur lainnya. Selain itu juga lebih dari 1.000 orang meninggal dan banyak yang eksodus. Pada tahun 2010, situasi ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi, pengangguran, kemiskinan dan pendapatan serta ketenangan masyarakat. Akibat dari hal ini, diatasi secara bertahap di antaranya melakukan perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Di antaranya adalah:

Gb 1&2. Perbaikan rumah penduduk. Gb 3. Gedung Escape Building Kantor Gubernur (dibangun Oktober 2010, selesai Desember 2013). Gb 4. Gedung Bappeda (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 5. Pasar Raya Padang (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 6. RS M. Jamil (dibangun Februari 2012, selesai Oktober 2012). Gb 7. Gedung Kejati (dibangun Februari 2012, selesai Desember 2012) . Gb 8. Gedung Perpustakaan (dibangun Maret 2012, selesai Desember 2014). Gb 9. Gedung Dinas Peternakan (dibangun April 2012, selesai Desember 2012). Gb 10. Gedung Dinas PU Provinsi (dibangun Oktober 2010, selesai Desember 2014). Gb 11. Gedung LKAAM (dibangun Agustus 2014, selesai Maret 2015). Gb 12. Gedung Evakuasi Tsunami (Shelter) Asrama Haji, Padang (dibangun Juni 2014, selesai Desember 2014). Gb 13. Gedung Evakuasi Tsunami (Shelter) Tabing, Padang (dibangun Juni 2014, selesai Desember 2014). Gb 14. Gedung Balai Wilayah Sungai Sumatera (dibangun th 2013, selesai th 2014). Gb 15. Gedung Kanwil Pajak (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb 16. Gedung Kanwil Perbendaharaan (dibangun th 2011, selesai th 2012). Gb 17. Gedung BPKP (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb. 18. Gedung PIP2B (dibangun th 2012, selesai th 2013). Gb. 19. Gedung SMPN 25 Padang bantuan dari Jepang (dibangun th 2010, selesai th 2011). Gb 20. Gedung SMP Taman Siswa bantuan dari Media Group (dibangun th 2010, selesai th 2011).

Th 2010, September hingga Desember, dana Rp2 triliun dikucurkan untuk 141.000 rumah. Kemudian th 2011 sebanyak 27.000 rumah dibantu dengan dana Rp300 miliar. Kemudian dilanjutkan 29.000 rumah pada th 2012 dengan dana Rp300 miliar. Total 197.000 rumah dibantu dengan dana Rp2,6 triliun. Sebelumnya pilot project dengan dana Rp114 miliar pada bulan Juni 2010 untuk 7.000 rumah.

Pemprov. Sumbar dalam periode 2010-2015 telah merehab, meretrofit bangunan lama yang terkena gempa 2009 dan membangun gedung-gedung baru sebagai pengganti gedung lama.

1. Rehab gedung sebanyak 36 gedung dengan biaya Rp71,24 miliar mulai bulan Agustus 2010 s.d Desember 2014. Di antaranya gedung KNPI, gedung wanita Rohana Kudus, gedung Inspektorat dan-lain-lain dengan jumlah pekerja setiap tahun 1.200 orang.

2. Retrofit/perkuatan gedung sebanyak 3 gedung dengan nilai Rp66,02 miliar dengan jumlah pekerja 930 orang pertahun, di antaranya: 1). Retrofit Kantor Gubernur Rp26,24 miliar (September 2014 – Desember 2015) dengan 330 orang pekerja perbulan. 2). Retrofit Gedung Diklat Provinsi Rp 4,612 miliar (Mei 2012 – November 2014) dengan 120 orang pekerja. 3). Retrofit Kantor DPRD Provinsi Rp35,17 miliar (April 2010 – Agustus 2012) dengan total 480 orang pekerja.

3. Pembangunan gedung baru pengganti gedung lama yang rusak berat sebanyak 18 gedung (Oktober 2010 – Desember 2014) dengan biaya Rp584,97 miliar dengan 1460 orang pekerja setahun, di antaranya: 1) Gedung Escape Building Kantor Gubernur Rp59,36 miliar (Oktober 2010 – Desember 2013) dengan 600 orang pekerja. 2) Gedung Bappeda Rp24,12 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 240 orang pekerja. 3) Pasar Raya Padang Rp65,94 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 245 orang pekerja. 4) RS M. Jamil Rp 75,36 miliar (Februari 2012 – Oktober 2012) dengan 275 orang pekerja. 5) Mapolda Sumbar Rp147,36 miliar (Februari 2012 – Desember 2015). 6) Gedung Kejati Rp49,37 miliar (Februari 2012 – Desember 2012) dengan 240 orang pekerja. 7) Gedung Perpustakaan Rp31,10 miliar (Maret 2012 – Desember 2014) dengan 720 orang tenaga kerja. 8) Gedung Dinas Peternakan Rp 18,80 miliar (April 2012 – Desember 2012) dengan 250 orang pekerja. 9) Gedung Dinas PU Provinsi Rp82,62 miliar (Oktoober 2010 – Desember 2014) dengan 1.050 orang pekerja. 10) Gedung LKAAM Rp 11,06 miliar (Agustus 2014 – Maret 2015) dengan 210 orang pekerja, dan gedung-gedung lainnya.

4. Pembangunan gedung baru program RPJMP untuk 9 gedung dengan biaya Rp106,37 miliar dengan rata-rata 1.080 orang pekerja pertahun: Stadion Utama Sumbar Rp25,23 miliar (proses tender). Gedung Pusat Kebudayaan Sumbar Rp13,52 miliar (April 2015 – Desember 2015) dengan 210 orang pekerja. Pembangunan Shelter besar Rp41,06 miliar (Juni 2014 – Desember 2014) dengan 350 orang pekerja. Shelter sedang Rp21,30 miliar (Mei 2012 – Desember 2015) dengan 150 orang pekerja. Dan lain-lain.

Total biaya akibat gempa Rp822,23 miliar. Total biaya program RPJMP Rp106,37 miliar. Totalnya Rp928,6 miliar.

Untuk keseluruhan bantuan terhadap pembangunan akibat gempa yang berasal dari APBN, APBD, luar negeri, orang rantau, lembaga swasta, perusahaan, masyarakat, dll, bisa mencapai Rp6,7 triliun.


www.facebook.com/irwanprayitnomendengar

Minggu, 19 April 2015

Gubernur Sumbar Ajak Warga Jadi Konsumen Cerdas

Padang, Obsessionnews – Konsumen cerdas selain memilih produk yang bagus, berkualitas dan berstandar juga mencintai produk dalam negeri. Menumbuhkan kesadaran masyarakat demikian untuk menumbuhkan rasa nasionalisme.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno mengkampanyekan gerakan konsumen cerdas sebagai upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar membeli produk yang bagus dan berkualitas, tentu produk dalam negeri.

Gubernur Irwan mengajak, masyarakat supaya membeli produk yang bagus, berkualitas dan serta berstandar SNI yang diproduksi dalam negeri.

“Masyarakat sebagai konsumen yang cerdas, harus betul-betul mengetahui kualitas produk yang akan dibeli, terutama produk dalam negeri,” kata Irwan usai pencanangan Gerakan Konsumen Cerdas di halaman Kantor Gubernur Sumbar Jalan Sudirman, Kota Padang, Minggu (19/4/2015).

Acara yang dimulai sekitar pukul 07:00 WIB ditandai dengan pembubuhkan tanda tangan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno diatas kain kanvas warna putih yang telah disediakan panitia.
Pembubuhan tandatangan juga diikuti oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Mudrika dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar Amran.

Sebelum penandatangan dilakukan, didahului dengan gerakan jalan sehat bersama 200 warga Kota Padang yang dilepas langsung oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan disaksikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumbar Mudrika. (Musthofa Ritonga)

obsessionnews.com 19 April 2015

Pembangunan dan Peningkatan Jalan dari Padang Menuju Pekanbaru

Gambar 1. Jembatan Batang Anai (sudah selesai th 2014). 1 dari 4 jembatan yang sudah selesai dikerjakan di jalan baru Duku-Sicincin. 2. Jalan Sicincin-Malalak (sudah selesai th 2015) . 3. Terowongan Balingka (sedang pembebasan tanah). 4. Jembatan Ngarai Sianok (dalam perencanaan) 5. Fly Over Silaing (dalam perencanaan). 6. Fly Over Aur Kuning Bukittinggi (sudah selesai 2014). 7. Jembatan Kelok 9 (sudah selesai th 2013).

Berdasarkan RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) DAERAH SUMBAR tahun 2005 s.d tahun 2025. Ruas jalan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh-Batas Riau (230 km). Rute Padang-Bukittinggi merupakan jalur padat lalu lintas penumpang dan barang, terutama di saat liburan dengan jarak 90 km ditempuh dalam waktu 5-6 jam. Usaha mengurangi waktu tempuh tersebut dilakukan dengan dua cara: 1. Penambahan jaringan jalan baru sekaligus sebagai pengembangan wilayah dan 2. Perbaikan lingkungan yang menjadi hambatan/black spot seperti lokasi rawan longsor Lembah Anai, pasar tumpah Koto Baru, Padang Luar dan Aur Kuning.

A. Penambahan Jaringan Jalan Baru
Rute yang akan ditempuh dimulai dari Padang Bypass-Duku-Sicincin-Malalak-Balingka-Terowongan Balingka-Jembatan Gantung Ngarai Sianok sehingga tersambung dengan Bukittinggi Bypass (74,5 km).
1. Duku – Sicincin Highgrade Highway (jalan 27 km, jembatan 4 bh 420 meter) dengan catatan pembentukan jalan baru telah selesai 18 km (Rp 95,09 miliar) dan 4 buah jembatan (Rp 87,30 miliar), sedangkan 9 km lagi dalam tahap pembebasan lahan.
2. Koto Mambang-Balingka-Terowongan Balingka-Jembatan Gantung Ngarai Sianok sehingga tersambung dengan Bukittinggi Bypass, dengan catatan ruas Koto Mambang-Balingka sepanjang 39,40 km telah difungsikan, 7 km jalan, terowongan Balingka sepanjang 1,1 km perkiraan biaya Rp 450 miliar dalam proses pengadaan lahan. Perkiraan biaya pembangunan jembatan gantung Ngarai Sianok Rp 700 miliar dengan panjang 490 m.

B. Perbaikan Lingkungan Hambatan/Black Spot.
Pada ruas Padang-Bukittinggi: 1. Perkuatan tebing tanjakan Anai (112 meter, Rp 18,90 miliar). 2. Jalan layang Anai menyusur sungai (1,6 km, Rp 1,2 triliun). DED telah selesai dan tahap pembebasan tanah.

Bukittinggi sebagai kota nomor dua terbesar di Sumbar setelah Padang, mempunyai hubungan dengan Prov. Riau melalui ruas jalan Bukittinggi-Payakumbuh-Batas Riau (152 km) dan terdapat jembatan layang Kelok 9 (3,03 km, Rp 602,55 miliar) saat ini dalam kondisi mantap setelah dilakukan peningkatan jalan dengan biaya Rp 452 miliar.

Dari Padang Panjang ke Bukittinggi sudah dibuat perencanaan jalan dari Cingkariang ke Bypass Bukittinggi dan persiapan jalan layang di Padang Luar, saat ini sedang proses pembebasan lahan, walaupun sudah dianggarkan tahun 2015 ini. Kedua pembangunan ini untuk mempercepat jalan menuju Bukittinggi.

www.facebook.com/irwanprayitnomendengar

Sabtu, 18 April 2015

24 Mahasiswa Sumbar di Yaman, Selamat Sampai Padang

Padang, Obsessionnews – Sebanyak 24 mahasiswa asal Sumatera Barat (Sumbar) yang kuliah di Aden, Yaman yang sedang terjadi gejolak perang, sudah tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman Sumbar pada Sabtu (18/4) malam.

Kedatangan mahasiswa disambut oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno bersama Bupati Tanah Datar Shadiq Pasadique. Orangtua dari mahasiswa yang menunggu, terharu dengan kedatangan anak mereka.

24 mahasiswa asal Sumbar yang kuliah di Yaman tiba di BIM sekitar pukul 22:45 WIB dengan pesawat Lion Air JT 256 dari Bandara Internasional Soekarno Hatta (Soetta). Mereka berangkat dari Bandara Soetta sekitar pukul 21:15 WIB menuju Padang.

Salah seorang mahasiswa, Asyam Hafidz mengatakan, dari 26 mahasiswa yang dievakuasi dari Aden ke Indonesia, dua rekannya masih tinggal di Jakarta. Ia mengaku belum mengetahui kapan dua rekannya itu berangkat dari Jakarta menuju kampung halaman mereka di Sumbar.

Sementara itu, Anggi Maulana mengatakan, mereka sudah berada di Jakarta sejak hari Jumat (17/4) malam. Mereka berhasil dievakuasi dan diberangkatkan dari Djibouti, Afrika Timur.

Alumnus MAN Koto Baru Padang Panjang itu mengaku mengaku haru dan senang, bisa kembali ke tanah air dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga. Namun sebaliknya ia merasa sedih harus meninggalkan bangku kuliah, walaupun hanya sementara.

Anggi Maulana yang berasal dari Kabupaten Solok berharap, konflik di Yaman dapat selesai secepatnya, sehingga ia bisa kembali ke Yaman untuk menyelesaikan kuliahnya.

Sebelumnya, 26 mahasiswa asal Sumbar yang kuliah di Aden, Yaman sempat terjebak di Asrama Arbithah Attarbiyyah Al Islamiyyah, di Kota Aden, Yaman, dalam situasi konflik. Mereka tidak bisa dievakuasi dan kekuar dari tempat tinggal mereka, karena kontak senjata masih terus terjadi. Mereka baru bisa dievakuasi pada Senin (13/4), setelah mereka bisa keluar menuju pelabuhan di Aden kemudian menyeberang ke Djibouti, Afrika Timur, lalu diterbangkan ke tanah air.

Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat ini berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menyambut kedatangan 24 mahasiswa asal Sumbar yang kuliah di Yaman.

Sementara itu, berdasarkan data dari Biro Pembangunan dan Rantau Sedaprov Sumbar, mahasiswa asal Sumbar yang kuliah di Yaman berjumlah 26 orang, antara lain Abdurrahman Halim berasal dari Saniang Baka, Kecamatan Koto Singkarak, Kabupaten Solok. Alwi berasal dari Aru, Gunung Sarik, Kota Padang.

Selain itu, Andi Kurniawan berasal dari Kota Bukitinggi, Anggi Maulana berasal dari Kota Solok, Firmansyah berasal dari Sangir, Kabupaten Solok Selatan. Muhammad Hamdalah berasal dari Kabupaten Agam. Muhammad Ghazza berasal dari Kabupaten Agam.

Kemudian, Raditya Agus Nugraha berasal dari Gurun Panjang, Kecamatan Guguak Panjang Kota Bukittinggi. Rifki Ismail berasal dari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Irsyadul Fikri berasal dari Batusangkar. Ilham Taufik berasal dari Kota Padang, Rajif Algani berasal dari Kota Padang.

Disamping itu, Habibunnas berasal dari Pasaman Barat, Riky Charles berasal dari Koto Tinggi, Tanah Datar, Rahmat Fadhilla berasal dari Batusangkar, Ferdy Vernando berasal dari Batusangkar.
Kemudian Asyam Hafizd dari Kota Padang, Candra Syahputra dari Solok Selatan. Alfendri dari Batusangkar, Melvis Edian Putra dari Pasaman Barat. Muhammad Gandi dari Vatusangkar, Dimas Zurivanof dari Tanah Datar. Muhammad Fudhail dari Tanah Datar. Syaidi Syaikhiman Abdullah dati Padang Panjang dan Fajri Yanuar dari Padang Pariaman serta Al Husni Mubaroq dari Padang Pariaman. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews.com 

Kamis, 16 April 2015

Gubernur Minta Satpol PP Menindak Semua Penjual Miras

Padang, Obsessionnews – Selasa, 16 April 2015 merupakan batas waktu yang diberikan pemerintah Pengawasan, Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol. Batas waktu itu, minimarket dan pengecer dilarang menjual minuman beralkohol dengan kadar alkohol di bawah lima persen.

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meminta bupati/walikota yang ada di Sumatera Barat segera meningintensifkan dan menertibkan penjualan minuman beralkohol di minimarket dan pengecer. Ketentuan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Irwan Prayitno mengatakan akan segera mengeluarkan surat himbauan kepada Bupati/Walikota untuk secepatnya melakukan penertiban penjualan minol di tingkat pengecer.

“Permendag itu kan mengatur tempat-tempat penjualan minuman beralkohol. Penjualan itu lingkupnya ada di Kabupaten/Kota. Sebenarnya di daerah Kabupaten/Kota juga telah punya Perda untuk mengatur penjualan minuman keras, bahkan ada yang melarang penjualannya,” kata Irwan Prayitno usai membuka pertemuan Forum Komunikasi Pendayagunaan Aparatur Daerah (Forkompanda) Tingkat Prov Sumbar tahun 2015 di Gubernuran, Kamis (16/5).

“Jadi, saya persilakan Satpol PP di Kabupaten/Kota segera menindaknya. Nanti Gubernur juga akan mengirim himbauan ke Bupati/Walikota agar segera melaksanakan kewenangannya dalam pengawasan miras,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumatera Barat Mudrika mengatakan, penertiban penjualan minuman ber alkohnol di Sumatera Barat akan digelar secara serentak seluruh Kabupaten/Kota pada 20 Mei mendatang.

“Jika pada hari itu masih ditemukan toko/minimarket/pengecer yang masih menjual minuman beralkohol di bawah 5 persen, maka izin usaha mereka bisa dicabut,” kata Mudrika saat dihubungi obsessionnews.com Kamis (16/4).

Mudrika mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh Kepala Disperindag di Kabupaten/Kota untuk menyiapkan tim. Koordinasi dilakukan untuk menyamakan persepsi sekaligus melakukan sosialisasi Permendag 06/M-DAG/PER/2015.
Hasilnya, penjualan minol tidak serta merta ditertibkan, melainkan diberikan kelonggaran waktu satu bulan lagi kepada sejumlah pedagang dan pengecer untuk mengembalikan stok minol yang terlanjur dibeli kepada pihak agen.

“Karena gini, toko itu sudah beli bir, sudah diantar distributornya, lalu kita tertibkan, kan kasihan pedagang mereka merugi. Untuk itu kami minta barang yang sudah dibeli itu dikembalikan kepada distributornya, paling lambat satu bulan ini,” sebut Mudrika.

Meski batas akhir penjualan minuman beralkohol sudah tidak dibolehkan per 16 April 2015, penjualan minuman jenis itu secara eceran masih ditemukan. Khusus di Kota Padang, pengecer yang menjual minuman itu masih ada dijumpai, seperti jenis bir.

Ketika obsessionnews lewat di kawasan Simpang Haru, Kota Padang Kamis (16/4) sekitar pukul 17:25 WIB, salah satu pengecer monil di pinggir jalan terlihat sudah buka. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews 16 April 2015

Pemprov Targetkan 2015 Semua Jalan di Sumbar Mulus

Padang, Obsessionnews – Target Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tahun ini kondisi infrastruktur jalan dan jembatan bagus dan mulus, optimis tercapai.

Tekad tersebut untuk mengembalikan kejayaan pemerintah yang pernah berhasi membangun jalan dan jembatan di Sumbar. Terlebih pasca September 2009 saat gempa mengguncang Sumbar, infrastruktur jalan dan jembatan, banyak yang rusak.

Setelah enam tahun berlalu, upaya pemerintah membangun jalan dan jembatan berjalan sukses. Dikatakan sukses, fly over atau jalan layang kelok 9 di Kabupaten 50 Kota, dimana jalan layang itu menghubungkan Sumbar Riau, telah diresmikan. Infrastruktur lain, pemakaian jalan layang Bypass, Kota Bukittinggi.

Dalam rentang waktu tiga bulan terakhir, Pemerintah Provinsi Sumbar, telah meresmikan pemakaian 11 jembatan yang tersebar di sejumlah kabupaten yang ada di Sumbar. Empat jembatan diantaranya, di wilayah Kabuoaten Padang Pariaman, diresmikan oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Kamis (16/4).

Selain peresmian jembatan, Gubernur juga menandai dimulainya pekerjaan jalur cepat (Highway High Grade) Duku-Sicincin sepanjang 27,036 kilometer di  Koto Buruk, Jorong Koto Buruk, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman.

Empat jembatan yang berada di jalur cepat Highway High Grade Duku-Sicincin, sekaligus akan menjadi jalur alternatif jalan penghubung Padang- Bukittinggi.

Keempat jembatan yang diresmikan, Jembatan Buayan sepanjang 75 meter, Jembatan Batang Anai sepanjang 180 meter, Jembatan Irigasi sepanjang 30 meter dan Jembatan Ulakan sepanjang 50 meter.
Irwan Prayitno mengaku bangga dengan masyarakat Padang Pariaman, karena ikut membantu pemerintah sehingga pekerjaan proyek jembatan bisa selesai dalam waktu yang tidak terlalu lama.
“Berkat dukungan masyarakat Padang Pariaman pembangunan jembatan ini cepat selesai,” kata Irwan Prayitno saat peresmian di Jembatan Koto Buruk, Jorong Koto Buruk, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Kamis (16/4).

Selain sebagai jalur alternatif, fungsi jalan tersebut bagi masyarakat diyakini sangat besar manfaatnya. Arus transportasi menjadi cepat dan lancar, dampak terhadap perekonomian akan meningkat, karena arus barang dan jasa semakin mudah dan cepat.
“Kami berharap masyarakat dapat menjaga infrastruktur ini, karena
ini adalah aset masyarakat Sumbar,” ajak Irwan.

Masyarakat Bangga

Suharman Pado Basa tidak sanggup menahan rasa haru setelah Pemerintah Provinsi membangun jalan dan jembatan di wilayah mereka. Ungkapan terima kasih tokoh masyarakat Koto Buruk, Jorong Koto Buruk, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman itu “meledak” saat memberikan sambutan peresmian empat jembatan Kamis (16/4).

Kenapa tidak. Setalah rencana pembangunan jalan dan jembatan dimulai 2004, sejak itu, pekerjaan fisik, tidak pernah dilanjutkan. Pemerintah baru mulai mengerjakan pembangunan terhitung sejak tahun 2013 lalu.

“Sudah sejak lama jalan dan jembatan ini didambakan masyarakat. Keinginan itu baru terwukud sekarang dan langsung diresmikan oleh Bapak Gubernur Sumbar Irwan Prayitno,” kata Suharman.
Suharman kepada Obsessionnews mengaku, sangat terbantu setelah jembatan bisa di fungsikan. Selain arus transportasi barang dan jasa lancar, perekonomian masyarakat semakin meningkat, karena akses semakin mudah. Apalagi hasil pertanian masyarakat akan semakin terbantu. Apabila selama ini, masyarakat membawa hasil pertanian melalui jalur yang lebih jauh, setelah jalan difungsikan akan lebih mudah dan cepat.

“Jika selama ini jarak tempuh yang dilalui mencapai sembilan jam lewat Sikabu, sekarang sudah bisa ditempuh dalam waktu lima jam. Bahkan hanya tiga jam saja,” sebut Suharman.
“Untuk itu kami berharap masyarakat dapat menjaga infrastruktur ini, karena
ini adalah aset masyarakat Sumbar,” kata Irwan.

Dalam kesemoatan yang sama Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan, Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman (Prasjaltarkim) Prov Sumbar, Indra Jaya mengatakan, pembangunan jalan untuk jalur cepat (Highway High Grade) Duku-Sicincin sebagai jalan alternatif untuk pengembangann daerah. Disamping itu sebagai upaya untuk mengurangi kepadatan jalan nasional Padang-Bukittinggi.

“Waktu tertentu, jalur Sicincin-Duku kadang bisa ditempuh satu jam, diharapkan setelah jalur ini difungsikan arus transportasi bisa lebih lancar,” kata Indra.

Indar Jaya mengatakan, biaya pembangunan empat jembatan Rp87 miliar. Empat jembatan yang berada di jalur cepat itu, pekerjaannya dimulai pada 2013 dan 2014 selesai dibangun. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews.com 16 April 2015

Sabtu, 11 April 2015

Peningkatan Daya Dukung Jalan Lintas Tengah Sumbar (Padang - Solok/Solok Selatan - Sijunjung - Dharmasraya - Batas Jambi)


Gambar 1. Jalan Sitinjau Lawik, Padang-Solok. Gambar 2. Jalan Lubuk Selasih (Solok) ke Muaralabuh (Solok Selatan). Gambar 3. Jalan Lintas Tengah Solok-Sijunjung-Dharmasraya. Gambar 4. Jembatan Batu Rijal Dharmasraya. Gambar 5. Maket Jembatan Kabel Sungai Dareh Dharmasraya (Dalam Proses).

Jaringan jalan lintas tengah Sumatera yang berada dalam wilayah Sumatera Barat melalui 6 (enam) Kab/Kota yaitu Kota Padang, Kota Solok, Kab. Solok, Kota Sawahlunto, Kab. Sijunjung dan Kab. Dharmasraya sepanjang 218,79 km yang pada tahun 2010 dalam kondisi rusak sedang dan rusak berat akibat beban kendaraan bermuatan lebih. Di tahun 2011 diterbitkan surat pemberitahuan pengurangan beban kendaraan serta dilakukan peningkatan daya dukung jalan sepanjang 143,59 km atau lebih dari 65% dari panjang jalan lintas tengah tersebut dengan biaya total Rp 695,80 miliar.

Selain perbaikan jalan lintas tengah juga dilakukan perbaikan jalan penghubung lintas tengah dengan lintas Timur Sumatera (Kiliranjao – Batas Riau) sepanjang 23,29 km dengan biaya Rp 42,32 miliar.

Jalur lintas tengah tersebut digunakan bagi kendaraan angkutan barang menuju Pelabuhan Teluk Bayur.

Perbaikan berat dilakukan untuk beberapa ruas dengan dilakukan pembetonan di ruas Kota Padang – Indarung – Lubuk Selasih termasuk tanjakan panorama satu Sitinjau Laut serta pembuatan pile selab sepanjang 400 m di sembilan lokasi pada ruas yang mirip metodenya dengan jalan tol menuju bandara Soekarno Hatta serta pembetonan untuk 3 lokasi lainnya di ruas Muara Kalaban – Tanah Badantung – Kilranjao – Batas Jambi.

Pada ruas jalan Kiliranjao – Batas Jambi akan dibangun jembatan cable stayed Sungai Dareh sepanjang 180 m dengan biaya Rp 210 miliar.

Di antara jalur lintas tengah dan lintas barat Sumatera Barat terletak Kab. Solok Selatan (Padang Aro) yang berjarak 166,59 km dari ibu kota provinsi. Sebelum th 2011 dalam kondisi rusak berat sehingga diperlukan waktu tempuh lebih dari 5 jam untuk sampai ke Kota Padang. Di th 2012 telah dilakukan perbaikan jalan dari Lubuk Selasih - Surian – Muara Labuh – Padang Aro – Lubuk Malako sepanjang 60,48 km dan penggantian jembatan di 3 lokasi sepanjang 175 m dengan biaya total Rp 171,30 miliar. Sejak th 2013 ruas tersebut sudah digunakan sebagai salah satu etape balap sepeda Tour de Singkarak.
 
www.facebook.com/irwanprayitnomendengar

Jumat, 10 April 2015

IP-NA Direstui Fadli Zon

Pertarungan menuju Pilgub Sumbar kian menarik. Sinyal kedekatan Irwan Prayitno (IP) dan Nasrul Abit (NA) menuju BA 1 makin benderang menyusul dukungan Fadli Zon. Namun, Fauzi Bahar (FB) bersikukuh sudah berkomunikasi dengan Hashim Djojohadikusumo

JAKARTA, HALUAN — Satu persatu koalisi partai pengu­sung Calon Gubernur/Wakil Gubernur Sumbar 2015-2020 menunjukkan titik terang. Koa­lisi pertama yang diyakini akan terbentuk adalah koalisi PKS-Gerindra menyusul pernyataan Wakil Ketua Umum DPP Ge­rin­dra Fadli Zon.

Kepada Haluan, Fadli Zon menyebutkan DPP Gerindra telah menjalin komitmen de­ngan DPP PKS untuk me­ngusung Irwan Prayitno se­bagai calon gubernur dan Nas­rul Abit kader gerindra sebagai calon wakil gubernur.

“Kita sudah positif ko­mu­ni­kasinya dengan Pak Irwan. Pak Nasrul Abit yang akan men­dam­pinginya,” kata Fadli di rua­ngannya, Gedung DPR RI, Kamis(9/3).

Terkait nama Fauzi Bahar yang dikabarkan juga menjalin komu­nikasi politik dengan DPP Gerindra, Fadli menyangkal karena selama ini DPP Gerindra sangat intens berko­munikasi dengan Irwan Prayitno dan Nasrul Abit yang akan men­dam­pinginya di Pilgub Sumbar.

“Pak Fauzi dari PAN, tidak ada komunikasi, sama wakil ketua DPP lain, saya tidak tahu”terang Wakil Ketua DPR RI.

Hal senada juga dikatakan oleh Asril Hamzah Tanjung, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Gerindra menyatakan, sikap Gerindra belum berubah untuk berkoalisi dengan PKS pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumbar.

“Pak Prabowo sudah ketemu langsung sama Pak Irwan beberapa waktu lalu, Gerindra akan berkoalisi dengan PKS”sebut wakil ketua komisi I  di Gedung DPR.

Dalam sebuah kesempatan, em­pat sosok ini, yakni Fadli Zon, Irwan Prayitno dan Nasrul Abit serta Prabowo Subianto pernah masuk dalam liputan Parlemen TV berada di padepokan silat. Empat tokoh bangsa ini, duduk bersila menyak­sikan beberapa tuo silek Minang unjuk kebolehan di depan Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) Prabowo Subianto.

Hanya saja, Ketua Dirasat wa Tahtit (Kajian dan Perencanaan) DPP PKS, Sidi Hermanto Tanjung belum berani blak-blakan seperti Gerindra soal pendamping Irwan pada Pilgub mendatang.

“Pak Nasrul Abit memang ma­suk salah satu tokoh yang disebut-sebut punya kans untuk men­dam­pingi Pak Irwan (Prayitno). Namun, karena dinamika masih tinggi, kami belum bisa memastikan. Belum landai,”kata politisi PKS yang duduk di Komisi IV DPR RI itu ber­diplomasi.

Hanya saja, Hermanto memas­tikan PKS dan Gerindra memang intens membangun komunikasi karena memang sudah ada koalisi yang terbentuk sejak Pilpres lalu.

“Kami (tokoh Gerindra-PKS) selalu bertemu kok. Tapi dinamika koalisi tingkat nasional tak serta merta sama dengan daerah,”kata Hermanto lagi.

Beberapa waktu lalu, ketua DPW Gerindra Sumbar Suir Syam menya­takan, Nasrul Abit dan Ade Rizki Pratama berpeluang mendampingi Irwan Prayitno.

Dia menyatakan, tinggal me­nung­gu bulan Juni, untuk menetap kan pasangan Irwan Prayitno untuk mendaftarkan pasangan calon guber­nur  dan wakil gubernur Sumbar.

”Paling lambat sekitar Juni, DPP Gerindra sudah akan mene­tapkan sosok pendamping Irwan Prayitno. Selain Nasrul Abit (NA), kader muda gerin­dra Ade Rizki Pratama (ARP), juga memiliki peluang yang sama,”sebut Suir.

Sementara itu, Fauzi Bahar saat dihubungi Haluan menyatakan juga telah komunikasi dengan wakil ketua DPP Gerindra yaitu Hashim Djojohadikusumo. Kemungkinan besar PAN akan berkoalisi dengan Gerindra

“Saya sudah  komunikasi intens dengan pak Hashim. Gerindra kan partai komando. Jadi kemungkinan PAN juga berpotensi berkoalisi dengan Gerindra”terang Fauzi saat dihubungi lewat telepon geng­gam­nya. (h/lex)

harianhaluan.com 10 April 2015

Keberhasilan Program KB di Sumbar Terus Meningkat

PADANG (9/4) – Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno menyatakan bahwa Program Keluarga Berencana (KB) bukan hanya untuk pengendalian jumlah penduduk saja, namun juga upaya untuk menciptakan pembangunan keluarga yang terencana sehingga menghasilkan anak-anak yang terdidik, kuat, dan berkualitas. Hal tersebut Irwan sampaikan pada acara Rapat Kerja Daerah Program Kependudukan “Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga Tahun 2015” Kamis (9/4) di Auditorium Gubernuran, Padang.

Selain itu Gubernur juga berharap agar Program-Program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) lainnya di Sumbar untuk terus ditingkatkan, karena program-program BKKBN cukup berhasil dilaksanakan, bahkan juga mendapatkan salah satu prestasi terbaik di Indonesia.

“Seperti pada awal tahun 2010 kita dikejutkan, bahwa kontrak kerja Program KB Sumbar diurutan 31 di antara seluruh Provinsi, namun berkat kerja keras seluruh pihak pada tahun 2011 Sumbar berada pada urutan 26, tahun 2012 urutan 16, tahun 2013 urutan 12, dan tahun 2014 Sumbar sudah berada diposisi 4. Bahkan Sumbar meraih prestasi 5 besar di Indonesia dalam menurunkan Total Fertility Rate (TFR) dari 3,2% menjadi 2,8%,” terang Gubenur pada acara yang dihadiri oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Pusat Herman Susanto, Ketua Perwakilan BKKBN Sumatera Barat Nofrijal, dan Ketua Perwakilan BKKBN Kabupaten/Kota Se-Sumatera Barat.

Terkait dengan salah satu kendala yang ditemui dalam mensosialisasikan program-program BKKBN di Sumatera Barat (Sumbar), terutama ke daerah-daerah terpencil, Gubernur telah mengadakan kerjasama dengan Bupati/Walikota agar langsung turun ke lapangan agar program-program tersebut dapat lebih berhasil lagi.

“Kami meminta dukungan dari para Bupati/Walikota untuk lebih mensukseskan program-program BKKBN ini, agar kedepan masyarakat Sumbar bisa hidup lebih sejahtera lagi,” pungkas Irwan.

pks.id

Senin, 06 April 2015

Peningkatan Kapasitas Jalan Lintas Barat (Pantai Barat) Sumbar


Gb 1. Pantai Padang. Dikerjakan th 2010, selesai th 2012. Gb 2 dan 3. Jalan Padang-Painan. Dikerjakan th 2011, selesai th 2013. Gb 4. Jalan Manggopoh (Agam) ke Simpang Empat (Pasbar) dikerjakan sejak Desember 2013.

I. Padang-Kuraitaji (Pariaman)-Manggopoh (Agam)-Simpang Empat (Pasaman Barat)-Air Balam (Pasaman Barat)= 271,4 km.
A. Paket 2011-2015. 1. Padang – Lubuk Alung-Sicincin (43,44 km, Rp 260,64 miliar). Jalan Pantai Padang: a. Jembatan Purus 80 m dengan biaya Rp 42,56 miliar. b. Jalan Pantai 1,5 km dengan biaya Rp 11,21 miliar. 2. Padang Sawah – Simpang Empat (15 km, Rp 90,36 miliar).
B. Paket Kegiatan Winrip (212,8 km). 1. Lubuk Alung – Kuraitaji (16,8 km, Rp 65,78 miliar). 2. Lubuk Alung – Sicincin (14,6 km, Rp 54,55 miliar). 3. Batas Kota Pariaman-Manggopoh (46,8 km, Rp 183,26 miliar). 4. Manggopoh – Padang Sawah (32,0 km, Rp 152,43 miliar). 5. Padang Sawah – Simpang Empat (40,9 km, Rp 207,39 miliar). 6. Simpang empat – Air Balam (61,7 km, Rp 246,62 mliar).


II. Padang – Painan (Pesisir Selatan) – Kambang (Pesisir Selatan) – Tapan (Pesisir Selatan) – Batas Bengkulu (249,68 km).
A. Paket 2011-2015. 1. Padang – Painan – Kambang (71,70 km, Rp 330,44 miliar). 2. Kambang – Tapan – Batas Bengkulu (71,78 km, Rp 351 miliar).
B. Paket Winrip (106,20 km). 1. Painan-Kambang (31,50 km, Rp 111,99 miliar). 2. Kambang – Indrapura (55,20 km, Rp 171,95 miliar). 3. Indrapura – Tapan (19,50 km, Rp 97,92 miliar).

Paket Winrip yang sudah dimulai sejak 2013 untuk ruas Manggopoh-Padang Sawah-Simpang Empat. Panjang ruas Manggopoh-Padang Sawah-Simpang Empat 72,9 km dengan biaya Rp 359,82 miliar. Selesai dibangun Desember 2015.

Peningkatan kapasitas jalan Lintas Barat (Pantai Barat) Sumbar sudah dimulai semenjak th 2011, sebagian sudah selesai dibangun seperti jalan Padang-Painan dan Pantai Padang. Sebagian lagi sedang dikerjakan seperti jalan Manggopoh (Agam) ke Simpang Empat (Pasbar). Selebihnya sedang ditender seperti jalan Painan-Tapan, Simpang Empat-AirBalam, Pariaman dan Padang Pariaman.

facebook.com/irwanprayitnomendengar

Motoprix Padang 2015 : Gubernur Sumbar Kasih Support Langsung Ke Pembalap Sumbar

BalapMotor.Net - Ada yang berbeda dari ajang seri 2 Motoprix Sumatera yang digelar di sirkuit Lanud Tabing, Padang Sumatera Barat pada 5 April 2015. Gubernur Sumatera Barat yaitu H. Irwan Prayitno datang ke hajatan balap motor yang paling bergengsi seantero Sumatera ini.

Tidak cuma datang dan memberi sambutan, H. Irwan Prayitno juga memberikan semangat kepada pembalap putra daerah Sumatera Barat yang bertanding di ajang Motoprix Sumatera 2015. Selain itu H. Irwan Prayitno juga menunggu dan menyempatkan untuk melihat langsung gimana para pembalap Sumatera Barat membalap melawan para pembalap terbaik Sumatera lainya.

Beruntung sekali saat melihat langsung jalanya race MP3, Aditya Anugrah yang pembalap asli Padang, Sumatera Barat ternyata mampu menjadi jawara dan meninggalkan jauh lawanya. Setelah itu H. Irwan Prayitno juga menyempatkan diri untuk mengunjungi dan melihat bagaimana paddock di Motoprix Sumatera tersebut. Didampingi oleh ketua umum pengprov IMI Sumatera Barat Irwan Afriadi.


” Tentunya kita sangat mendukung para pembalap Sumatera Barat yang berlaga di kejuaraan nasional seperti ini, dan saya sangat bangga akan prestasi dari Aditya Anugrah yang mampu jadi jawara.” tutur H. Irwan Prayitno.

Nah dengan hadirnya gubernur Sumatera Barat H. Irwan Prayitno ke ajang Motoprix Padang ini, ternyata beliau merupakan satu-satunya gubernur yang datang langsung ke ajang Motoprix di Sumatera, hal ini diungkapkan oleh Arissandro MC balap Motoprix Sumatera yang selalu didaulat menjadi tukang cuap-cuap di hajatan Motoprix Sumatera.

” Selama saya menjadi MC balap di region Sumatera, baru kali ini ada Gubernur yang menyempatkan datang mengunjungi balap Motoprix. ” tutur Arissandro. [ luvo ] foto : luvo

balapmotor.net 6 April 2015

Minggu, 05 April 2015

4 Daerah di Sumbar Siaga Difteri

Padang - Ketua Komisi V DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Mockhlasin, mengatakan, empat daerah di provinsi itu dinyatakan sebagai siaga difteri.

"Empat daerah yang sudah berstatus siaga difteri ditetapkan berdasarkan kajian dan koordinasi dengan pihak terkait," katanya di Padang, Minggu (5/4).

Ia menyebutkan daerah yang berstatus siaga difteri tersebut yakni, Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Penetapan empat daerah tersebut, setelah ditetapkannya Kota Padang sebagai kasus luar biasa (KLB) Difteri pada Januari 2015 lalu.

Ia menjelaskan, penetapan status siaga dilakukan untuk mengunci penyebaran virus difteri terhadap daerah-daerah yang dimaksud.

Dikatakannya, untuk mencegah penyebaran virus tersebut, daerah- daerah itu perlu melakukan langkah pencegahan dan penanganan termasuk imunisasi secara menyeluruh.

Untuk mendukung penanangan difteri itu kata Mochklasin, Pemprov melalui DPRD Sumbar akan mengucurkan dana pada masing-masing daerah mencapai Rp 5 miliar. Dana itu diperuntukkan sebagai biaya operasional, dan penyediaan vaksin.

"Khusus untuk Kota Padang yang berstatus KLB, dana yang disediakan untuk imunisasi tahap satu sampai selesai adalah sekitar Rp 15 miliar," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Rosnini Savitri, mengatakan, sejak ditetapkannya Padang sebagai KLB pada awal tahun 2015 lalu, jumlah masyarakat yang terindikasi virus difteri ini mencapai 62 orang.

"Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, enam dari 62 orang tadi dinyatakan positif. Sementara satu orang di antaranya meninggal. Kemudian yang lain dinyatakan suspect dan terus mendapat penanganan yang lebih lanjut," katanya.

/EPR
Antara

beritasatu.com 5 April 2015

Rabu, 01 April 2015

Gubernur Sumbar Resmikan Jembatan Batu Busuk dan Arai Pinang

1 April 2015. Meresmikan 2 jembatan dari 6 jembatan yang sudah selesai di Kota Padang. 2 jembatan tersebut adalah jembatan Batu Busuk Pauh V dan jembatan Arai Pinang Pegambiran. Jembatan yang lainnya di antaranya adalah jembatan Purus tepi laut, jembatan Pasar Siteba, jembatan Pasir Jambak. Dan sedang dibangun 2 jembatan di Kuranji dan Lubuk Kilangan sebagai Outter Ring Road Kota Padang. Jembatan Batu Busuk dan Arai pinang ini sebelumnya adalah jembatan gantung yang tidak bisa dilewati kendaraan bermotor. Saat ini, dengan adanya jembatan tersebut maka transportasi menjadi lancar sehingga bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

facebook.com/irwanprayitnomendengar

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno Wakafkan Dirinya Untuk Rakyat

Padang, Obsessionnews - 30 September 2009 menjadi sejarah yang tidak bisa dilupakan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar). Saat itu, sekitar pukul 17:16:10 WIB, Sumbar digoyang gempa berkekuatan 7,6 Skala Richter di lepas pantai Sumatera, sekitar 50 km barat laut Kota Padang.

Saat itu, Kota Padang sebagai ibukota Provinsi Sumbar tidak ubahnya seperti kota mati. Listrik dan air mati total. Premium dan solar sulit diperoleh, sehingga aktivitas masyarakat lumpuh total.
Peristiwa yang terjadi saat itu, sulit untuk dilupakan, karena membawa duka yang dalam. Sudah rumah yang menjadi tempat berteduh, rata dengan tanah, anggota keluarga ikut menjadi korban pada saat peristiwa dahsat itu terjadi.

Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satkorlak PB) Sumbar mencatat 271.432 rumah warga rusak dan 1.117 orang meninggal dunia. Anggota keluarga yang menjadi korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, korban hilang 1 orang.

Peristiwa tersebut ibarat ‘sengsara membawa nikmat’. Meski rawan gempa, pembangunan yang dilakukan di Sumbar bertambah, bahkan proyek besar di bidang infrastruktur jalan dan jembatan mulai dikerjakan, setelah gempa memporakporandakan Sumbar tahun 2009.

Pembangunan infrastruktur jalan fly over Kelok 9 misalnya, diresmikan setelah gempa terjadi. Mega proyek terowongan Balingka dan Jembatan Anai, Kabupaten Agam, serta infrastruktur di bidang irigasi dan pengairan juga diperbaiki. Semua itu untuk mendorong percepatan ekonomi masyarakat.
Pembangunan tersebut terlaksana berkat kerja sama semua komponen masyarakat. Pemerintah dan DPRD bersama komponen masyarakat bahu-membahu memajukan Sumbar. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari peran Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Pembangunan fly over Kelok 9, mega proyek terowongongan Balingka dan Jembatan Anai, Kabupaten Agam, dan pekerjaan proyek pembangunan jalur dua Bypass Padang, berdampak positif terhadap peningkatan geliat ekonomi. Apabila infrastruktur jalan dan jembatan bagus, arus transposrtasi dan barang lancar. Dampaknya terhadap ekonomi masyarakat juga akan meningkat.
Demikian pula dengan perbaikan infrastruktur di bidang pengairan. Sebagai daerah pertanian, Sumbar salah satu penyumbang beras terbesar di Indonesia dalam mendorong percepatan ketahanan pangan. Oleh karena itu, saluran irigasi dan pengairan harus bangus untuk memenuhi ketersediaan air yang mencukupi untuk pertanian.

‘Buah tangan’ Gubernur Irwan Prayitno bersama Wakil Gubernur Muslim Kasim, nyaris tidak diketahui masyarakat selama ini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar di bawah kepemimpinan Irwan Prayitno secara ‘diam-diam’ telah mengerjakan selama ini. Masyarakat baru tahu setelah Gubernur meresmikannya dalam dua bulan terakhir.

“Selama ini kan masyarakat tidak tahu kalau pemerintah sudah membangun jalan dan jembatan. Saya sengaja tidak mempublikasikannya kepada masyarakat. Saya bekerja ikhlas tanpa harus diketahui masyarakat, tapi pembangunan jalan terus,” kata Irwan ketika meresmikan jembatan Batang Piaman Desa Ampalu, Nagari Lareh Nan Panjang, Kecamata, Tujuah Koto, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (20/3/2015).

Pembangunan jembatan itu dikerjakan sejak pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim jadi Gubernur dan Wagub tahun 2010. Selama periode kepemimpinan Irwan, tercatat program pembangunan jalan dan jembatan di Dinas Prasarana Jalan dan Tata Ruang Pemukiman (Prasjaltarkim) Sumbar sebanyak 24 kegiatan. Tujuh jembatan di antaranya sudah diresmikan, antara lain jembatan Batang Piaman, Kabupaten Padang Pariaman dan jembatang Subang-Subang, Kabupaten Agam serta jembatan yang menghubungkan Kabupaten Solok dengan Solok Selatan.

Selain itu juga dibangun escape building kantor Gubernur Sumbar yang berfungsi untuk penyelamatan apabila terjadi gempa yang disusul tsunami.

‘All Out’ Untuk Rakyat
Tahun 2010 Irwan Prayitno sempat protes karena tidak ingin dicalonkan menjadi calon gubernur (cagub) Sumbar. Ia kesal karena sebelumnya dipersiapkan partainya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), untuk menjadi duta besar (dubes).

Akhirnya ia menerima tawaran partai untuk dicalonkan menjadi gubernur Sumbar. Tawaran itu ia terima dua hari sebelum penutupan pendaftaran. Irwan Prayitno mendaftar bersama pasangannya, Muslim Kasim, pada malam hari di detik-detik penutupan pendaftaran tanggal 8 April 2010.
Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumbar, pasangan Irwan Prayitno- Muslim Kasim ditetapkan sebagai gubernur dan wagub terpilih dengan suara terbanyak 32,44%.

Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi atas nama Presiden RI melantik Irwan Prayitno bersama Muslim Kasim. Sebelum pelantikan, pada malam harinya, program kerja selama lima tahun sudah tersosialisasi di tengah-tengah masyarakat melalui baliho dan spanduk yang dipasang di titik-titik strategis di wilayah Sumbar.

Itulah prinsip Irwan. Dulu menolak dicalonkan jadi Gubernur Sumbar dan setelah terpilih dan dilantik langsung mewakafkan dirinya untuk masyarakat.

Irwan all out memacu pembangunan di Sumbar. Terbukti laki-laki bergelar Datuk Rajo Bandaro Basa dilantik sudah mendapat 197 penghargaan di bidang kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan dan sosial. Di bidang sosial Juara I Pelaksanaan Rehab Rekon Pasca Bencana tahun 2011, Juara I Tanggap Darurat tahun 2011, Juara III Mitigasi Terbaik tahun 2011 dan Juara II Kategori Akuntabilitas bidang Kebencanaan 2011.

Di samping itu sebagai Pelaksana Penerapan E-KTP Terbaik 9 (Sembilan) Kabupaten/Kota tahun 2011. Di bidang kesehatan mendapat penghargaan sebagai Ksatria Bhakti Husada Kartika yang Berjasa di bidang Kesehatan 2012 dan Indonesia MDGs Award (MDGs Terbaik se Indonesia) tahun 2013. Kemudian mendapat penghargaan sebagai UKM Pangan Award dari Kementerian Dalam Negeri tahun 2012. Penghargaan di bidang Penyusunan Strategi Rencana Aksi Program REDD + Kategori Tercepat 2012.

Selama menjabat Gubernur Sumbar, Irwan ingin cepat, tepat dan tuntas. Gaya tersebut ia terapkan kepada semua kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kepemimpinan pria kelahiran Yogyakarta pada 20 Desember 1963, ini sudah lahir sejak di bangku pendidikan dan di organisasi hingga menjadi anggota DPR RI (1999-2010).

Di DPR anak pasangan Djamrul Djamal dan ibu Sudarni Sayuti itu terlibat lahirnya UU Migas saat ia menjabat sebagai Ketua Komisi VIII.

Ia juga mengkritik pemerintah supaya memperbaiki pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada saat menjadi Ketua Komisi XI. Yang harus diperbaiki dari pelaksanaan UN tidak sebatas syarat penentu kelulusan, tapi juga bisa digunakan untuk masuk perguruan tinggi. (Musthafa Ritonga)

obsessionnews.com 1 April 2015